Search by property

From BASAkalimantanWiki

This page provides a simple browsing interface for finding entities described by a property and a named value. Other available search interfaces include the page property search, and the ask query builder.

Search by property

A list of all pages that have property "Response text id" with value "dengan cara penanaman pohon pohon". Since there have been only a few results, also nearby values are displayed.

Showing below up to 26 results starting with #1.

View (previous 50 | next 50) (20 | 50 | 100 | 250 | 500)


    

List of results

  • How to protect the earth from garbage  + (Cara untuk mengurangi Sampah Plastik YaituCara untuk mengurangi Sampah Plastik Yaitu dengan mendaur ulang Sampah yang ada Contohnya seperti bekas botol air yang di Potong dan dihias untuk di Jadikan vas bunga dan Sampah kantong Plastik Yong bisa di desain dan di Jadikan Pakai- an untuk di tampilkan Saat lomba dan Sebagai nya</br></br>Cara lainnya Kallan bisa menggunakan tas dari Kain yang ramah lingkungan dan gunakan botol minum yang dapat diisi ulang Serta dapat di- Gunakan Kembali. lalu hindari menggunakan Sedotan Plastik dan Cangkir Plastik Sekali Pakai, lebin bagus jika menggunakan alat makan sendiri dan dapat di gunakan dalam Jangka waktu Yang lamaat di gunakan dalam Jangka waktu Yang lama)
  • Learn to socialize from now on  + (Cara yang dapat mengurangi efek negatif dari pemakaian media digital adalah lebih aktif lagi dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan mencari kegiatan atau kesibukan lain yanh tidak menggunakan handphone, seperti olahraga.)
  • Avoiding brain rot  + (Cara yang dilakukan untuk menjauhi "brain rot")
  • another way to reduce plastic  + (Cara yang pertama adalah mengurangi limbahCara yang pertama adalah mengurangi limbah plastik dengan cara selalu membawa tote bag atau paper bag saat berbelanja ke supermarket, agar tidak memperbanyak sampah-sampah plastik. Cara yang kedua adalah mendaur ulang sampah, contoh mendaur ulang sampah yaitu ketika kita membeli minuman botol seperti sprite atau teh pucuk, botol plastik tersebut bisa kita buat menjadi hiasan dan juga bisa menjadi pot tanaman. Cara yang ke tiga yaitu menggunakan botol minum sendiri saat membeli minuman di luar dan juga membawa sedotan stainless agar mengurangi limbah plastik. Karna sebagian besar toko-toko yang menjual minuman maupun makanan rata-rata menggunakan peralatan makan atau minum yang berbahan plastik.an makan atau minum yang berbahan plastik.)
  • Deal with rubbish around us  + (caranya bisa dengan menghindari memakai kacaranya bisa dengan menghindari memakai kantong plastik dan botol plastik</br>kalau bisa pakai lah piring dan mangkok berbahan kaca,dan jangan yang sekali pakai</br>kalau bisa jangan menukar makanan yang memakai kantong plastik</br></br></br>dengan cara diolah kembali ke tempat daur ulang</br>mengurangi memakai barang yang sulit didaur ulang</br>memakai produk dari hasil daur ulang</br>dan pakailah barang yang masih bisa dipakaian pakailah barang yang masih bisa dipakai)
  • How to Prevent Brainrot for Students  + (Cegah brainrot dengan membatasi media sosial, beristirahat, membaca buku, berolahraga, dan menjaga pola tidur sehat. Lakukan hobi produktif dan diskusi bermakna.)
  • Not a Gift But Always Left Behind  + (Coba bayangin deh, kalian dikunjungin oranCoba bayangin deh, kalian dikunjungin orang buat bertamu tapi yang ditinggalin bukan hadiah tapi sampah! </br>Mau di sekolah, di rumah, di acara nikahan orang lain pun yang ditinggal pasti sampah. Dari sini aja udah keliatan kan gimana kesadaran masyarakat yang semula tempat tersebut bersih tapi habis dikunjungin orang pasti penuh sama sampah. Maka dari itu menurut saya ada tiga hal yang penting untuk kita mengurangi sampah.</br> </br>1. Tanamkan Kesadaran </br>Mau gimanapun kita berusaha kalau memang tidak ada kesadaran bahwa mengurangi sampah itu penting, ya tetap aja kita tidak bisa mengurangi sampah. </br>2. Ubahlah kesadaran menjadi kebiasaan </br>Semisal sudah tahu kalau mengurangi sampah itu penting ya tinggal dilaksanakan aja, ubah lah kebiasaan yang pada awalnya memakai sedotan plastik menjadi sedotan daur ulang atau yang bisa dipakai ulang semisal stainless steel. </br>3. Mendaur ulang sampah </br>Ini cara yang paling klasik. Cara yang semua orang sudah pasti tahu yaitu mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Misal sampah plastik dibdaur ulang menjadi pot bunga, hiasan rumah, dan masih banyak lagi. </br></br>Dengan ketiga hal tersebut apabila dilaksanakan sudah pasti efektif dalam mengurangi sampah plastik. Namun ingat cara ini harus diterapkan oleh seluruh masyarakat bukan satu individu saja.luruh masyarakat bukan satu individu saja.)
  • METHOD SO THAT FREE FROM BRAIN DAMAGE CAUSED BY DIGITAL MEDIA  + (cobalah beberapa cara berikut: 1. Tontonlcobalah beberapa cara berikut:</br></br>1. Tontonlah konten yang bersifat positif dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan.</br></br>2. Ikutilah kegiatan yang membuat Anda bahagia dan berdampak positif pada otak.</br></br>3. Batasi penggunaan media digital dan berusahalah untuk bercerita dengan orang banyak, seperti mengobrol, bermain, atau makan bersama.</br></br>4. Jika Anda masih sekolah, ikutilah kegiatan ekstrakurikuler yang Anda minati dan sukai. Dengan demikian, Anda akan berinteraksi dengan teman dan pelatih.</br></br>5. Luangkan waktu sebelum tidur untuk berkumpul bersama keluarga.</br></br>Dari hal kecil kita jadi biasa :)luarga. Dari hal kecil kita jadi biasa :))
  • Here's how to reduce plastic waste so it doesn't pollute our environment!  + (Cobalah kalian berpikir mengapa banyak sekCobalah kalian berpikir mengapa banyak sekali sampah di sekitar kita terutama sampah plastik nah disini saya akan menjelaskan bagaimana sih cara mengurangi sampah plastik.</br></br>tahap pertama: kurangi lah berbelanja memakai plastik</br></br>tahap ke dua: jika kalian ingin memakai plastik maka setelah selesai di gunakan di buang lah ketempat sampah</br></br>tahap terakhir: plastik bisa di gantikan dengan memakai Tote bag yang akan mengurangi sampah plastik</br></br>Nah bagaimana gampang sekali bukan? bagaimana dengan kalian cara mengurangi sampah plastik?</br></br>Sekian dari saya.</br>Terimakasih.h plastik? Sekian dari saya. Terimakasih.)
  • Bagaimana mengurangi sampah plastik  + (Dalam foto ini, terlihat tumpukan sampah pDalam foto ini, terlihat tumpukan sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar. Plastik, yang merupakan salah satu jenis limbah paling umum, seringkali berakhir di tempat-tempat yang tidak seharusnya, seperti pantai, sungai, dan hutan. Keberadaan sampah plastik tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam ekosistem dan kesehatan makhluk hidup. Untuk mengurangi masalah ini, penting bagi kita untuk menerapkan langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.</br></br> Salah satu cara efektif untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, kita bisa membawa tas belanja kain saat berbelanja, mengganti botol plastik dengan botol reusable, dan memilih produk dengan kemasan minimal. Selain itu, penting untuk mendukung inisiatif daur ulang dan memperhatikan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Dengan bersama-sama melakukan perubahan kecil ini, kita dapat mengurangi dampak plastik terhadap lingkungangurangi dampak plastik terhadap lingkungan)
  • belum  + (Dalam generasi masa kini, segala hal berhuDalam generasi masa kini, segala hal berhubungan dengan teknologi. Tak pandang usia, dari tua hingga muda seluruhnya bergantung pada ponsel pintar. Tanpa disadari hal ini telah mencuci otak kita. Meninggalkan kehidupan di dunia nyata, tidak bersosialisasi dengan sekitar, hingga yang paling parah menyebabkan kecanduan yang tak bisa terelakkan. Semakin maju zaman, semakin kita sadari pula bahwa dampak negatif yang ditimbulkan dari sosial media tidaklah sedikit. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dari diri masing-masing untuk tak mudah terbawa arus serta kebijakan dalam penggunaan sosial media. Pandai dalam menyaring informasi sangat lah penting. Jangan biarkan dirimu ditipu sosial media.Jangan biarkan dirimu ditipu sosial media.)
  • The negative influence of social media and how to manage social media  + (Dalam media sosial ada algoritma yang membDalam media sosial ada algoritma yang membuat media sosial menampilkan hal yang kita suka. Itu juga yang menjadikan kita sangat suka melihat tik tok, Instagram, dan YouTube shorts karena durasi yang pendek membuat kita betah scroll sampai Berjam-jam. Untuk mengurangi kerusakan otak ini diperlukan pengawasan orang tua dan juga mengelola media sosial dengan baik seperti contoh memblokir konten-konten yang tidak bermanfaat supaya tidak muncul lagi di beranda media sosial kita. muncul lagi di beranda media sosial kita.)
  • Time management in using smartphones  + (Dalam mengurangi penggunaan smartphone kita bisa mengisi waktu luang dengan kegiatan lain seperti mendatangi tempat wisata, berolahraga, dan lain-lain)
  • Smart Ways to Watch Digital Content for Healthy Teen Brains  + (Dalam setiap menggunakan nya kita harus biDalam setiap menggunakan nya kita harus bisa menetapkan batas waktu yang jelas agar tidak terlalu lama di depan layar contoh nya seperti menonton film perjuangan seorang anak yang berasal mulai dari di ejek orang orang sampai menjadi orang yang sukses dan banyak lagi cerita unik dan bermanfaatdan banyak lagi cerita unik dan bermanfaat)
  • the impact of the brainbrot effect  + (Dampak dari Efek Brainrot Penurunan KonsenDampak dari Efek Brainrot</br>Penurunan Konsentrasi & Produktivitas</br></br>Sulit fokus saat belajar atau bekerja karena pikiran terus-menerus terganggu oleh hal yang diobsesikan.</br>Gangguan Pola Tidur</br></br>Begadang demi scrolling media sosial, binge-watching, atau bermain game bisa menyebabkan kurang tidur dan kelelahan.</br>Ketergantungan Digital</br></br>Susah lepas dari HP atau komputer, bahkan merasa gelisah jika tidak mengakses konten yang disukai.</br>Dampak Sosial</br></br>Lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya, sehingga interaksi sosial di dunia nyata jadi berkurang.</br>Gangguan Kesehatan Mental</br></br>Bisa memicu stres, kecemasan, bahkan depresi jika konten yang dikonsumsi berlebihan atau bersifat negatif.</br>Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis</br></br>Terlalu terjebak dalam satu jenis konten bisa membuat seseorang kurang terbuka terhadap perspektif lain.</br>Cara Mengurangi Efek Brainrot</br>Batasi waktu konsumsi media hiburan.</br>Fokus pada aktivitas di dunia nyata (misalnya olahraga, membaca buku, atau bertemu teman).</br>Terapkan digital detox secara berkala.</br>Sadar akan pola konsumsi media sendiri dan berusaha lebih seimbang.msi media sendiri dan berusaha lebih seimbang.)
  • the impact of waste and its solutions  + (Dampak dari sampah, kalo sampahnya kemana²Dampak dari sampah, kalo sampahnya kemana² lingkungan jadinya kada nyaman dilihat, babau, apalagi yg dipacirin maginnya ai babau nya bakas limbah². Balum lagi yg tasumbat kawa banjir kena. Nah kalonya ada bakas sampah wadah minuman munnya dibuang sembarangan kawa jadi ladangnya penyakit.</br></br>Mbah tu am napa solusinya? Solusinya tu kita kawa mambawa botol banyu sorang, bawa wadah bekal/piring sorang. Munnya kada handak jua, bisa bisa ai mambuang ketempatnya, jangan kelain. Jika kawa pillah jua sampahnya. Kaya sampah residu plastik Sampah daun daunana sampah residu plastik Sampah daun daunan)
  • Dampak media digital terhadap kesehatan otak anak: Cara mengatasi dan mencegahnya melalui aktivitas seru  + (Dampak Media Digital terhadap Otak Media dDampak Media Digital terhadap Otak</br>Media digital dapat memiliki dampak negatif terhadap otak, terutama jika digunakan secara berlebihan. Beberapa dampak negatif tersebut antara lain:</br></br>1. *Kerusakan Struktur Otak*: Penggunaan media digital yang berlebihan dapat menyebabkan perubahan struktur otak, terutama pada daerah yang terkait dengan perhatian, memori, dan emosi.</br>2. *Gangguan Perhatian*: Media digital dapat menyebabkan gangguan perhatian, karena sifatnya yang interaktif dan menarik.</br>3. *Kerusakan Memori*: Penggunaan media digital yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan memori, karena informasi yang diterima melalui media digital dapat mengganggu kemampuan otak untuk menyimpan informasi.</br></br>Cara Menangani Dampak Media Digital dengan Aktivitas Seru</br>Berikut adalah beberapa cara menangani dampak media digital dengan aktivitas seru:</br></br>1. *Aktivitas Olahraga*: Lakukan aktivitas olahraga seperti berlari, berenang, atau bermain sepak bola untuk meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi dampak media digital.</br>2. *Menggambar atau Melukis*: Menggambar atau melukis dapat membantu meningkatkan kreativitas dan mengurangi stres yang disebabkan oleh media digital.</br>3. *Bermain Musik*: Bermain musik dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan mengurangi dampak media digital terhadap otak.</br>4. *Membaca Buku*: Membaca buku dapat membantu meningkatkan kemampuan memori dan mengurangi dampak media digital terhadap otak.</br>5. *Bermain di Luar Ruangan*: Bermain di luar ruangan dapat membantu meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi dampak media digital.</br></br>Tips untuk Mengurangi Penggunaan Media Digital</br>Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi penggunaan media digital:</br></br>1. *Batas Waktu*: Batasi waktu penggunaan media digital, terutama sebelum tidur.</br>2. *Pilih Konten yang Tepat*: Pilih konten yang tepat dan edukatif untuk anak-anak dan remaja.</br>3. *Aktivitas Fisik*: Dorong anak-anak dan remaja untuk melakukan aktivitas fisik dan bermain di luar ruangan.</br>4. *Pengawasan*: Awasi penggunaan media digital oleh anak-anak dan remaja untuk memastikan bahwa mereka tidak terpapar konten yang tidak tepat.</br></br>Dengan melakukan aktivitas seru dan mengurangi penggunaan media digital, kita dapat membantu melindungi kesehatan otak dan mengurangi dampak negatif media digital.n mengurangi dampak negatif media digital.)
  • Impact of Plastic Waste  + (Dampak sampah plastik sangat besar dan merDampak sampah plastik sangat besar dan merugikan lingkungan serta kesehatan kita. Ketika plastik dibuang ke lautan, banyak hewan laut yang terjebak atau mengira plastik itu makanan, yang bisa mengganggu rantai makanan di laut. Selain itu, partikel kecil plastik, yang disebut mikroplastik, bisa masuk ke makanan dan minuman kita, dan ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Sampah plastik juga mencemari tanah dan air, membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Jadi, penting bagi kita untuk mengatasi masalah sampah plastik agar lingkungan tetap bersih dan aman.</br></br>Sampah plastik dapat mencemari lingkungan dan membahayakan hewan serta manusia. Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa mulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan botol. Selain itu, penting untuk mendaur ulang plastik yang sudah ada dan mendukung program kebersihan di komunitas. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat menjaga lingkungan agar tetap bersih dan aman.aga lingkungan agar tetap bersih dan aman.)
  • Plastic waste inorganic  + (Dari menurut pendapat saya, sampah plastikDari menurut pendapat saya, sampah plastik merupakan ancaman serius bagi lingkungan karena sulit terurai oleh alam. Polusi limbah plastik merupakan masalah serius yang memerlukan tindakan politik segera untuk diselesaikan. </br></br>Untuk mengurangi sampah plastik kita dapat melakukan berbagai hal contoh nya seperti membuat kompos, mengolah sampah plastik yang dapat di daur ulang, dan mengurangi penggunaan sedotan plastik.dan mengurangi penggunaan sedotan plastik.)
  • The Importance of Education and the Role of Parents in Children's Use of Cell Phones  + (dari ortu yang sibuk bekerja Atau belum sidari ortu yang sibuk bekerja Atau belum siap mendidik. Dan ketika anaknya rewel dia malah memberikan hp. Agar apa? Ya agar anak tersebut diam. Katanya sih biar pintar tapi pasti ada efeknya. Seperti ditemani hp Saat makan atau bahkan sebelum tidur. Contohnya digambar itu bermain game online dan aplikasi hiburan. Awalnya sebentar Akan tetapi, terhanyut hingga paket datanya habis. Jika berulang kali membuat anak kurang produktif dan kritis. Karena kurangnya waktu membaca. maka isilah waktu dengan menyalurkan hobi seperti gambar itu. Menurut saya peran ortu dalam perkembangan anak itu sangat penting. Bukan hanya lingkungan tapi langkah yang dipijak perlu diperhatikan.i langkah yang dipijak perlu diperhatikan.)
  • Crocheting to Reduce the Risk of Brain Rot  + (Daripada kita terjebak terlalu lama denganDaripada kita terjebak terlalu lama dengan scroll media sosial, kenapa kita tidak mencoba untuk merajut? Merajut membuat kita sadar secara penuh dengan mengajarkan kesabaran, fokus, serta koordinasi tangan dan mata. Proses merajut itu berulang ibaratnya seperti meditasi tapi ada benda yang dihasilkan. Daripada dopamin instan dari media sosial, lebih baik merajut yang memberi kepuasan nyata. setidaknya, kalau gagal membuat tas rajut, masih bisa jadi lap. Siapa tahu dari yang awalnya niat menghindari brainrot, malah jadi pebisnis rajutan sukses. Minimal, tidak perlu beli hadiah ulang tahun, tinggal berikan hasil rajutan sendiri.un, tinggal berikan hasil rajutan sendiri.)
  • how to reduce plastic wast  + (daur ulang sampah plastik:sampah plastik dapat di daur ulang dengan cara memilah , melebur , dan menggunakan kembali.)
  • Tachle plastic  + (Dengan cara menanggulangi sampah plastik ,langkah pertama yang bisa diambil adalah mengurangi plastik sekali pakai)
  • how to avoid the effects of brainrot  + (dengan cara mengefisiensikan waktu dan mengisi waktu luang dengan belajar, olahraga, atau bersama teman dan keluarga)
  • cara mengurangi sampah plastik  + (dengan cara menggunakan tas belanja sendiri saat membeli barang, membawa botol minum sendiri saat membeli minuman, membawa kotak makan sendiri saat membeli makanan. menjadikan sampah plastik menjadi kreasi seperti di jadikan pot bunga)
  • exercise often  + (dengan kita memperbanyak kegiatan berolahraga, kita pasti bisa mengurangi jam bermain handphone dan bisa melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk hidup kita)
  • Limit screen time  + (Dengan membatasi dan mengatur waktu ber media sosial)
  • Reducing plastic waste by means of  + (Dengan membeli sesuatu yang biasanya menggDengan membeli sesuatu yang biasanya menggunakan plastik diganti dengan menggunakan tempat/wadah yang bisa dipakai untuk waktu yang cukup lama,atau bisa juga mengganti tas kantong plastik menjadi tas belanja yang terbuat dari bahan kain, 4R (recycle, reuse, reduce, dan replace), yaitu kegiatan memperlakukan sampah dengan cara, menggunakan kembali, mengurangi, mendaur ulang, dan menggantikan, selain itu kita juga bisa mendaur ulang bahan plastik itu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, Contohnya menjadikan botol sebagai pot bunga bisa juga kita membeli minuman menggunakan botol dan menghindari sedotan plastikakan botol dan menghindari sedotan plastik)
  • Prioritize higher quality content.  + (Dengan memprioritaskan konten yang lebih bDengan memprioritaskan konten yang lebih berkualitas, penggunaan media digital yang berlebihan dapat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Meskipun "waktu layar" tetap berlebihan, setidaknya hal-hal yang dikonsumsi berupa ilmu penting, informasi praktis, dan lainnya.u penting, informasi praktis, dan lainnya.)
  • Plastic waste  + (Dengan mengganti kantong belanja dari bahan plastik ke bahan kain sangat membantu mengurangi limbah plastik)
  • How to reduce the use of plastic  + (Dengan mengganti kantong belanja dari bahan plastik ke bahan bahan kain sangat membantu mengurangi limbah plastik di karenakan kantong belanja berbahan kain dapat di gunakan berulang kali saat berbelanja.)
  • bring your own drinking bottle  + (Dengan menggunakan Tumbler, kita mengurangDengan menggunakan Tumbler, kita mengurangi limbah botol air plastik, di mana rata-rata hanya 10% saja yang di daur ulang, 90% lainnya berakhir di ditempat pembuangan sampah .</br></br>Jadi daripada kita beli air mineral botol, lebih baik kita membawa botol minum sendiri, lebih sehat, praktis hemat dan tidak mencemari lingkungan.ktis hemat dan tidak mencemari lingkungan.)
  • watch useful content that makes you smarter  + (Dengan menghindari tontonan tidak jelas kita bisa jadi pintar karena tidak terkontaminasi oleh konten konten negatif)
  • doing meaningful activities or digital detox  + (dengan mengurangi menggunakan gadget tren dengan mengurangi menggunakan gadget tren sekarang disebut dengan digital detox yg dimana kita merubah aktivitas kebiasaan kita dengan merubah kebiasaan seperti lebih sering banyak menghabiskan waktu dengan keluarga, teman dan lebih sering perbanyak berolahraga dan jangan terlalu sering ngecek gawaiaga dan jangan terlalu sering ngecek gawai)
  • Digital Detox: Building Healthy Habits in the Digital Age"  + (Detoks digital adalah proses mengurangi atDetoks digital adalah proses mengurangi atau menghilangkan penggunaan perangkat digital seperti ponsel pintar, komputer, tablet, dan media sosial untuk jangka waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk:</br></br>Mengurangi stres: Paparan konstan terhadap notifikasi, email, dan media sosial dapat memicu stres dan kecemasan.</br>Meningkatkan fokus: Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan untuk fokus pada tugas-tugas penting.</br>Meningkatkan kualitas tidur: Cahaya biru dari layar perangkat digital dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur.</br>Meningkatkan interaksi sosial: Detoks digital memberi kesempatan untuk terhubung kembali dengan orang-orang di sekitar kita secara langsung.</br>Meningkatkan kesadaran diri: Dengan mengurangi penggunaan perangkat digital, kita dapat lebih menyadari kebiasaan dan pola pikir kita.h menyadari kebiasaan dan pola pikir kita.)
  • Brain rot: Rotting of the mind, Fading of consciousness.  + (Di antara lajunya informasi di era digitalDi antara lajunya informasi di era digital, istilah brain rot hadir sebagai cermin tajam dari kondisi masyarakat modern. Istilah brain rot ini secara sederhananya diartikan sebuah kondisi di mana otak menjadi tumpul karena terus-menerus terpapar konten tanpa nilai yang memadai.</br>Uniknya istilah ini sudah pernah disinggung pada tahun 1854 dalam buku Walden karya Henry David Thoreau, istilah ini digunakan untuk mengkritik bagaimana masyarakat lebih menghargai ide-ide dangkal dibandingkan pemikiran kompleks, yang mana rupanya istilah ini memiliki akar yang dalam. Apa yang Thoreau sebut sebagai "penyakit otak" sekarang berwujud dalam banjir konten viral yang lebih banyak menghibur daripada mencerahkan.</br>Pada akhirnya, brain rot lebih dari sekadar kata yang viral. la adalah cerminan dari paradoks zaman kita: di satu sisi, teknologi memberikan kebebasan tanpa batas; di sisi lain, ia menciptakan jebakan intelektual yang membuat kita semakin jauh dari kesadaran. membuat kita semakin jauh dari kesadaran.)
  • don't be afraid of trash  + (di bumi sampah merupakan salah satu masaladi bumi sampah merupakan salah satu masalah yang sangat membahayakan kehidupan.manusia sudah sangat tak menghiraukan sampah akibat perkembangan zaman.bayangkan saja jika tidak ada yang peduli tentang sampah,pasti bumi sudah sangat rusak.hanya sedikit orang yang peduli akan sampah.</br> lihat lah lelaki di gambar,dia berani untuk mengambil sampah.walaupun dia terlihat jijik dengan sampah,tapi dia tetap memungut nya.itu merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah di sekitar kita.mari kita contoh dia agar lingkungan kita bersih dan asri.</br></br>cara penanganan nya:•)ga boleh jijik pada </br> sampah.</br> •)ga boleh takut kotor</br> •)pedulilah terhadap </br> lingkungan lingkungan)
  • efforts to protect the earth and the surrounding environment  + (Di dalam kehidupan sangat penting untuk meDi dalam kehidupan sangat penting untuk menjaga atau melestarikan bumi kita. dengan cara menanam pohon tumbuhan, membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi pemakaian kendaraan berbahan bakar minyak dengan jarak dekat.Di perkotaan juga banyak pencemaran lingkungan seperti polusi asap yang disebabkan oleh pabrik, penebangan pohon secara terlarang, dan lain sebagainya. Pentingnya menjaga atau melestarikan lingkungan merupakan hal yang sangat wajib ditanamkan masyarakat, terutama untuk diri sendiri dan hal ini juga berlaku untuk anak-anak usia dini.</br>salah satu cara untuk menjaga lingkungan sekitar adalah mengurangi penggunan plastik, misalnya seperti penggunaan botol minum plastik di ubah menjadi tumbler. Dampak dari tidak menjaga lingkungan sekitar adalah tercemarnya lingkungan, menjadi banyak penyakit, sering terjadi bencana alam, dan lain sebagainya. Dan sekarang ayo kita menjaga bumi kita agar terhindar dari berbagai penyakit dan dampak lainnya.dari berbagai penyakit dan dampak lainnya.)
  • Go Reverse Algorithm! Go Reverse Digital  + (Di era algoritma yang mendorong anak muda Di era algoritma yang mendorong anak muda untuk bermedia sosial tanpa henti, gerakan ini justru melawan algoritma tersebut dengan menciptakan algoritma sebaliknya. Para konten kreator muda membuat konten yang mengajak anak muda lainnya untuk sadar akan waktu yang mereka habiskan dan bahaya pada otak yang disebabkan oleh kecanduan bermedia sosial. Agar lebih menarik, Go Reserve Algorithm memberikan hadiah bagi konten reverse dengan like dan share terbanyak. Jika dilakukan secara konsisten dan kreatif, Go Reserve Algorithm dapat menjadi perlawanan nyata terhadap dampak negatif bermedia sosial sekaligus membangun budaya penggunaan teknologi yang lebih sehat bagi generasi muda.ologi yang lebih sehat bagi generasi muda.)
  • Preventing Brain Decay in the Digital Age: Choosing Content Wisely, Maintaining Brain Health"  + (Di era digital ini, brain rot menjadi masaDi era digital ini, brain rot menjadi masalah besar, terutama bagi generasi Z dan generasi Alpha. Banyak orang tidak sadar bahwa terlalu banyak mengonsumsi konten ringan, seperti video pendek, meme, atau berita tanpa manfaat, dapat membuat otak menjadi tumpul hingga sulit berpikir secara mendalam. Brain rot atau pembusukan otak terjadi akibat konsumsi konten online yang dangkal dan tidak menantang. Hal ini bisa menyebabkan kabut mental, melemahnya daya ingat, dan kecanduan media sosial. Menurut penelitian, doomscrolling dapat meningkatkan stres dan menurunkan kesejahteraan mental. Habenula dalam otak menjadi aktif saat seseorang terus-menerus menggulir media sosial, sehingga dapat menyebabkan hilangnya motivasi. Misalnya, banyak anak muda lebih memilih menghabiskan waktu di TikTok, Instagram dan main game daripada membaca buku atau mempelajari hal-hal baru.</br></br>*Solusi*</br>Saya menyarankan untuk membatasi waktu di media sosial, mengganti konten ringan dengan yang lebih edukatif, serta meluangkan waktu untuk belajar atau membaca buku agar otak tetap aktif. Selain itu, berdiskusi secara langsung dengan teman-teman juga bisa meningkatkan kreativitas dan mencegah brain rot. Kita harus lebih selektif dalam memilih konten berkualitas serta mengembangkan literasi digital. Selain itu, penting untuk melakukan aktivitas nyata seperti membaca buku, berolahraga, dan berdiskusi agar otak tetap tajam dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak bermanfaat.</br></br></br>-bahasa indonesiayang tidak bermanfaat. -bahasa indonesia)
  • Saving the Young Generation from Digital Threats and Brain Decay  + (Di era digital ini, fenomena brain rot ataDi era digital ini, fenomena brain rot atau pembusukan otak semakin menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Brain rot menggambarkan menurunnya kemampuan berpikir kritis, daya ingat, dan pemahaman mendalam akibat konsumsi berlebihan konten digital dangkal, seperti media sosial dan hiburan instan. Salah satu tanda nyata dari fenomena ini adalah siswa yang lebih memilih membawa gadget dibanding buku pelajaran, sebagaimana tergambar dalam ilustrasi yang menunjukkan seorang siswa meninggalkan kelas dengan membawa HP tetapi melupakan bukunya.</br></br>pendapat tentang Brain Rot dalam Pendidikan</br>- peningkatan penggunaan media sosial berkorelasi dengan menurunnya kemampuan membaca mendalam dan meningkatnya gangguan perhatian. Anak-anak yang terlalu sering terpapar hiburan instan cenderung memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dan kesulitan memahami materi yang lebih kompleks.</br>- membaca mendalam (deep reading) yang melibatkan analisis dan refleksi semakin tergantikan oleh kebiasaan membaca cepat tanpa pemahaman. Hal ini berdampak pada kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari.</br>- dampak brain rot dari sisi perkembangan sosial dan emosional. Anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget daripada interaksi sosial langsung lebih rentan mengalami kesulitan dalam komunikasi, empati, dan pengelolaan emosi. Hal ini juga dapat berdampak pada kesejahteraan mental mereka dalam jangka panjang.</br></br>Solusi untuk Mengatasi Brain Rot di Sekolah</br>Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya bersama dari sekolah, guru, orang tua, dan siswa itu sendiri:</br></br>- Sekolah perlu menerapkan kebijakan yang membatasi penggunaan gadget di kelas hanya untuk keperluan belajar. Selain itu, siswa perlu dibiasakan kembali membaca buku fisik agar kemampuan literasi dan analisis mereka tetap terasah.</br>- Siswa perlu diajari memilah dan mengelola konten digital yang bermanfaat. Sekolah dapat mengadakan program literasi digital agar siswa lebih sadar akan dampak negatif konsumsi hiburan instan dan belajar memanfaatkan teknologi secara produktif.</br>- Pembelajaran yang interaktif dan berbasis diskusi dapat membuat siswa lebih tertarik belajar tanpa bergantung pada hiburan digital. Misalnya, penggunaan metode gamification, proyek berbasis penelitian, dan pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan keterlibatan siswa.</br>- Sekolah bisa mengadakan program membaca bersama, bedah buku, atau diskusi untuk meningkatkan minat baca siswa. Dengan cara ini, siswa tidak hanya membaca tetapi juga belajar berpikir kritis dan mengungkapkan pendapat mereka. kritis dan mengungkapkan pendapat mereka.)
  • "Life Standards: Between Reality and Content, Minds Rot Amid Digital Validation"  + (Di era digital ini, kehidupan sehari-hari Di era digital ini, kehidupan sehari-hari semakin dikaitkan dengan standar yang ditetapkan oleh para kreator konten. Tren, gaya hidup, hingga kebiasaan kecil seakan harus mengikuti apa yang viral di media sosial. Kreator bukan lagi sekedar inspirasi, tetapi seperti "dewa penilai" yang menentukan mana yang dianggap keren, layak, atau "gagal".</br></br>Sementara itu, para netizen menjadi pengikut setia yang berusaha memenuhi standar tersebut, bahkan sampai rela saling menghakimi. Jika seseorang tidak sesuai dengan tren yang sedang berlangsung, ia bisa dengan mudah dicap sebagai "kurang effort", "ketinggalan zaman", atau bahkan "gagal dalam hidup". Padahal, kehidupan nyata tidak bisa disamakan dengan highlight yang dipoles dan dikurasi di media sosial.</br></br>Lebih parahnya, konsumsi konten yang tidak berfaedah ini perlahan membusukkan otak. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk berpikir kritis dan berkembang malah habis untuk menelan standar sosial yang dibuat tanpa dasar yang jelas. Alih-alih mencari wawasan atau membangun pola pikir sehat, banyak yang justru terjebak dalam siklus konten dangkal yang hanya menawarkan hiburan sesaat tetapi merusak cara berpikir jangka panjang.</br></br>Di tengah fenomena ini, kita perlu bertanya: apakah kita masih memiliki kendali atas hidup sendiri, atau hanya menjalani hidup demi validasi digital?</br></br>"Standar yang dipaksakan dari layar kaca tidak harus menjadi tolak ukur kehidupan nyata. Jangan biarkan otak membusuk karena ilusi yang diciptakan konten-konten tanpa makna."ang diciptakan konten-konten tanpa makna.")
  • painting natural scenery to reduce digital media usage  + (Di era digital ini, kita sering terpaku paDi era digital ini, kita sering terpaku pada layar gadget. Melukis pemandangan alam adalah cara yang indah dan efektif untuk mengurangi penggunaan media digital, yang memiliki dampak positif pada kesehatan mental dan emosional. Dalam psikologi, pemandangan alam hijau melambangkan pertumbuhan, kesuburan, dan kehidupan yang berkelanjutan, memberikan efek positif pada kesejahteraan emosional. Melukis pemandangan memungkinkan kita untuk lebih menghargai keindahan alam sekitar, meningkatkan kreativitas, dan memberikan waktu istirahat bagi mata dan pikiran dari paparan layar yang berlebihan. Kegiatan ini dapat mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan mood serta konsentrasi. Melukis sebagai bentuk ekspresi diri juga menjadi sarana untuk mengatasi emosi yang sulit diungkapkan.uk mengatasi emosi yang sulit diungkapkan.)
  • PROTECT YOUTH – Digital Literacy for the Young Generation, Eliminate the Negative Effects of Gadgets & the Internet  + (Di era digital saat ini, banyak anak muda Di era digital saat ini, banyak anak muda yang menghabiskan waktunya di media sosial, game online, dan berbagai platform digital lainnya. Padahal, jika terlalu sering menggunakan media digital, dapat menyebabkan kecanduan, kurang fokus, hingga gangguan kesehatan mental. Salah satu cara untuk mengurangi dampak buruk ini adalah dengan membatasi waktu penggunaan gadget serta lebih banyak berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Selain itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam membimbing anak-anak agar dapat menggunakan teknologi dengan bijak, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna pasif tetapi juga dapat memanfaatkannya secara positif.</br></br>Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak muda. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan program literasi digital di sekolah agar anak-anak dapat membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Selain itu, aktivitas di luar layar seperti olahraga, seni, dan membaca buku juga perlu digalakkan agar otak tetap sehat dan berkembang dengan baik. Jika hal ini diterapkan, dampak negatif media digital dapat dikurangi, sehingga anak muda dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan sehat secara mental. cerdas, kreatif, dan sehat secara mental.)
  • What is brainrot, and what are its effects?  + (Di era digital saat ini, banyak orang mengDi era digital saat ini, banyak orang mengalami brainrot, yaitu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan fokus, mudah lupa, dan kurang produktif akibat terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang dangkal dan tidak berkualitas. Konten seperti video pendek, meme, atau hiburan instan lainnya membuat otak terbiasa dengan informasi cepat tanpa usaha berpikir kritis. Kebiasaan ini menyebabkan ketergantungan pada hiburan pasif dan mengurangi kemampuan otak dalam menyerap serta mengolah informasi secara mendalam. </br></br>Dampak dari brainrot tidak bisa dianggap remeh. Seseorang yang mengalami brainrot cenderung mengalami penurunan daya ingat, sulit berkonsentrasi dalam belajar atau bekerja, serta kehilangan motivasi untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat. Selain itu, pola tidur sering terganggu karena terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar hingga larut malam. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak negatif pada prestasi akademik, kinerja profesional, dan bahkan hubungan sosial, karena interaksi dengan dunia nyata menjadi berkurang. </br></br>Untuk mencegah dan mengatasi brainrot, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, mengatur waktu penggunaan media digital dengan menetapkan batasan screen time agar tidak berlebihan. Kedua, memilah konten yang dikonsumsi dengan lebih bijak, seperti memilih materi edukatif atau bacaan yang dapat meningkatkan wawasan. Ketiga, menghindari scrolling tanpa tujuan dengan menggantinya dengan aktivitas yang lebih produktif, seperti membaca buku, menulis, atau berdiskusi. Selain itu, menjaga keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata sangat penting, misalnya dengan rutin berolahraga, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, serta melakukan hobi yang tidak melibatkan layar. Dengan menerapkan kebiasaan ini, seseorang dapat mengembalikan fungsi kognitifnya, meningkatkan produktivitas, dan menjalani kehidupan yang lebih sehat serta bermakna.kehidupan yang lebih sehat serta bermakna.)
  • JOURNALLING AS AN EFFORT TO OVERCAME THE BRAIN ROT PHENOMENON  + (Di era digital saat ini, internet telah meDi era digital saat ini, internet telah menjadi kebutuhan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan. Dari komunikasi, pendidikan, bisnis, dan hiburan. Internet memainkan peran penting dalam menjembatani individu, organisasi, bahkan negara di seluruh dunia. Namun, penggunaan internet yang berlebihan juga dapat membawa dampak negatif, terutama terhadap kesehatan otak. </br>Konsumsi konten online yang berlebihan semakin marak terjadi di kalangan anak muda pada generasi Z dan Alpha saat ini. Hal ini mengakibatkan terjadinya fenomena “brain rot” atau “pembusukan otak”. Istilah ini merujuk pada penurunan fungsi kognitif, dan kemerosotan kecerdasan intelektual. Paparan terus-menerus terhadap konten yang bersifat instan dan adiktif dapat menghambat perkembangan otak. Konsumsi informasi yang terlalu pesat dan banyak seakan memberikan bencana tsunami informasi pada otak yang berakibat pada menurunnya kapasitas intelektual. Beberapa contoh fenomena brain rot yang terjadi di kehidupan sehari-hari seperti </br>kesulitan fokus saat membaca buku atau artikel panjang</br>mudah terpengaruh oleh tren media sosial </br>Rasa gelisah saat tidak mengakses internet</br>Kesulitan untuk berinteraksi di dunia nyata</br>Salah satu cara efektif untuk mengatasi "brain rot" adalah dengan journalling atau menulis jurnal. Journaling merupakan bentuk refleksi diri yang dituangkan ke dalam tulisan, journaling bertujuan untuk membantu individu dalam memahami diri, mengelola emosi, serta mengembangkan kreativitas dan pola pikir. Manfaat-manfaat dari journalling antara lain:</br>Meningkatkan kecerdasan emosional</br>Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri</br>Meningkatkan kreativitas</br>Melatih berpikir kritis</br>Melatih ingatan</br>Dengan membiasakan melatih hal-hal tersebut, akan mengatasi fenomena brain rot. Karena adanya kesadaran diri dan kecerdasan emotional terhadap batasan-batasan penggunaan dan manajemen internet terutama sosial media. </br>Jenis-jenis journalling yang bisa membantu meningkatkan kecerdasan otak dan mengatasi brain rot seperti: </br>jurnal kreatif seperti menulis puisi dan menggambar</br>Bullet journal yaitu membuat agenda dan daftar tugas </br>Journall reflektif sebagai pembelajaran dan pengembangan diri</br>Juornall harian dengan menulis pengalaman, perasaan, dan hal-hal yang dapat disyukuri hari ini</br>mulai lah menulis walaupun tulisanmu masih berantakan, journalling yang dilakukan dengan konsistens setiap harinya akan memberikan tulisan dan manfaat yang sangat bagus untuk otak. Sehingga journalling sangat membantu untuk mencegah maupun mengatasi fenomena brain rot dikalangan anak mudah saat ini, ayo budayakan menulis jurnal.ah saat ini, ayo budayakan menulis jurnal.)
  • Brain Damage Due To Shallow Content  + (Di era digital saat ini, kita dihadapkan pDi era digital saat ini, kita dihadapkan pada berbagai jenis konten yang dapat diakses dengan mudah melalui internet. Namun, tidak semua konten tersebut memiliki nilai edukatif atau positif. Konten receh seperti video tiktok, reels, dan youtube short yang tidak memiliki nilai, dapat berdampak negatif pada otak kita.</br></br>Konten receh dapat membuat kita kecanduan dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton atau membaca konten yang tidak berguna. Hal ini dapat menyebabkan kita kehilangan fokus dan konsentrasi, serta mengurangi kemampuan kita untuk berpikir kritis dan analitis.</br></br>Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memilih konten yang kita konsumsi dengan bijak. Kita harus memilih konten yang memiliki nilai edukatif, positif, dan dapat membantu kita untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.erkembang menjadi pribadi yang lebih baik.)
  • Brain Rot: Signs and Solutions  + (Di era digital saat ini, media sosial telaDi era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan generasi muda, khususnya Generasi Z. Mulai dari menyelesaikan tugas sekolah hingga memesan makanan, semua dapat dilakukan dengan mudah melalui handphone. Namun, kita harus waspada terhadap dampak negatif yang ditimbulkan, seperti kerusakan otak yang ditandai dengan menurunnya minat belajar, kurangnya fokus, dan ketergantungan pada konten yang sering kali hanya bersifat menghibur.</br></br>Untuk mengatasi masalah ini, salah satu cara efektif adalah dengan membatasi penggunaan media sosial. Saya merekomendasikan untuk tidak menggunakan handphone lebih dari 5 jam sehari. Dalam waktu yang dialokasikan ini, mari kita manfaatkan untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita, beraktivitas di luar ruangan, atau terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pembatasan ini juga memberi kita kesempatan untuk memilah konten-konten yang benar-benar bermanfaat dan menambah pengetahuan.</br></br>Secara pribadi, saya berkomitmen untuk tidak terjebak dalam ketergantungan pada perangkat digital. Dengan membatasi waktu penggunaan handphone setiap hari, saya dapat lebih fokus pada interaksi dengan keluarga dan teman, serta mengeksplorasi hobi yang saya sukai. Setiap pagi, saya menerapkan kebiasaan untuk tidak langsung menggunakan handphone, melainkan menyelesaikan aktivitas rumah terlebih dahulu. Selain itu, saya juga berusaha memilih konten yang konstruktif dan mengurangi paparan terhadap informasi yang kurang bermanfaat.terhadap informasi yang kurang bermanfaat.)
  • Digital Media and Brain Health: How to Balance Technology and Real Life  + (Di era digital saat ini, teknologi telah mDi era digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi dengan berbagai bentuk media digital, mulai dari media sosial, game online, hingga platform streaming. Meskipun teknologi memberikan manfaat besar dalam bidang komunikasi, edukasi, dan hiburan, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan otak. Oleh karena itu, keseimbangan antara teknologi dan kehidupan nyata menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan perkembangan kognitif generasi muda.</br></br>Dampak Media Digital terhadap Kesehatan Otak</br></br>Penggunaan media digital yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada otak, antara lain:</br></br>1. Gangguan Perkembangan Kognitif</br></br>Anak-anak dan remaja yang terlalu sering menggunakan media digital cenderung mengalami kesulitan dalam berpikir kritis, berkonsentrasi, dan mengembangkan kreativitas. Hal ini terjadi karena konsumsi informasi yang terlalu cepat dan instan membuat otak kurang terlatih dalam pemecahan masalah dan analisis mendalam.</br></br>2. Penurunan Kemampuan Sosial</br></br>Interaksi sosial yang lebih banyak dilakukan secara daring (online) dapat mengurangi kemampuan anak dalam berkomunikasi secara langsung. Mereka cenderung mengalami kesulitan dalam membaca ekspresi wajah, memahami bahasa tubuh, serta membangun empati dan koneksi emosional dengan orang lain.</br></br>3. Risiko Kecanduan Digital</br></br>Paparan berlebihan terhadap media digital dapat menyebabkan kecanduan, terutama dalam hal media sosial dan video game. Kecanduan ini berhubungan dengan pelepasan dopamin di otak, yang membuat seseorang terus mencari kesenangan instan dari teknologi dan mengabaikan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.</br></br>4. Gangguan Tidur</br></br>Cahaya biru dari layar gadget dapat menghambat produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur. Hal ini menyebabkan sulit tidur atau kualitas tidur yang buruk, yang pada akhirnya berdampak pada fungsi kognitif dan kesehatan secara keseluruhan.</br></br>5. Peningkatan Risiko Stres dan Kecemasan</br></br>Konsumsi berlebihan terhadap konten digital, terutama media sosial, sering kali meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Hal ini bisa disebabkan oleh paparan terhadap standar sosial yang tidak realistis, cyberbullying, serta tekanan untuk selalu aktif secara online.</br></br>Cara Menyeimbangkan Teknologi dan Kehidupan Nyata</br></br>Untuk mengurangi dampak negatif media digital dan menjaga kesehatan otak, diperlukan keseimbangan yang baik antara penggunaan teknologi dan aktivitas di dunia nyata. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:</br></br>1. Mengatur Waktu Layar dengan Bijak</br> • Tetapkan batas waktu penggunaan gadget setiap hari sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.</br> • Gunakan fitur parental control untuk membatasi akses ke aplikasi atau konten yang tidak sesuai.</br> • Terapkan aturan “screen-free zones” di rumah, seperti tidak menggunakan gadget saat makan atau sebelum tidur.</br></br>2. Memilih Konten Digital yang Berkualitas</br> • Dorong anak untuk mengonsumsi konten edukatif yang dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis.</br> • Hindari konten yang mengandung kekerasan, informasi hoaks, atau hal-hal yang dapat memicu kecemasan.</br> • Ajarkan anak untuk berpikir kritis dalam menyaring informasi yang mereka terima dari internet.</br></br>3. Meningkatkan Aktivitas Fisik dan Interaksi Sosial</br> • Ajak anak untuk aktif dalam kegiatan di luar ruangan, seperti olahraga, bermain di taman, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.</br> • Dorong mereka untuk berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga agar keterampilan sosial tetap terasah.</br> • Batasi penggunaan gadget saat sedang bersama keluarga agar komunikasi tetap terjalin dengan baik.</br></br>4. Menjaga Pola Tidur yang Sehat</br> • Hindari penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur untuk mengurangi dampak cahaya biru pada produksi melatonin.</br> • Pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup (7–9 jam per malam) agar otaknya dapat beristirahat dan berkembang dengan baik.</br> • Buat rutinitas tidur yang teratur dengan membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan sebelum tidur.</br></br>5. Mendorong Keseimbangan Antara Dunia Nyata dan Digital</br> • Ajak anak untuk terlibat dalam aktivitas kreatif seperti menggambar, menulis, atau bermain musik sebagai alternatif dari penggunaan gadget.</br> • Terapkan prinsip “digital detox”, yaitu mengurangi atau menghindari penggunaan gadget dalam waktu tertentu agar dapat fokus pada dunia nyata.</br> • Berikan contoh yang baik dengan mengelola penggunaan media digital secara bijak sebagai orang tua atau pendidik.</br></br></br>Media digital memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan otak dan kesejahteraan mental generasi muda. Jika tidak dikelola dengan baik, penggunaan teknologi yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kognitif, kecanduan, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, keseimbangan antara teknologi dan kehidupan nyata harus dijaga dengan cara mengatur waktu layar, memilih konten yang berkualitas, meningkatkan aktivitas fisik dan sosial, serta menjaga pola hidup sehat. Dengan pendekatan yang tepat, media digital dapat menjadi alat yang bermanfaat tanpa mengorbankan kesehatan otak dan kesejahteraan generasi muda.atan otak dan kesejahteraan generasi muda.)
  • Counteracting 'Brain Rot': Reducing the Negative Impact of Digital Media on Young Generations  + (Di era digital, generasi muda menghadapi rDi era digital, generasi muda menghadapi risiko brain rot atau “busuk otak” akibat konsumsi konten yang berlebihan dan tidak berkualitas. Media digital yang penuh dengan hiburan instan dan informasi dangkal dapat menurunkan daya pikir kritis, menghambat kreativitas, dan memengaruhi kesehatan mental. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat membuat mereka lebih pasif, mudah terpengaruh informasi keliru, dan kehilangan kemampuan berpikir mendalam. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama orang tua dan pendidik, untuk menanamkan literasi digital agar anak-anak mampu memilah informasi serta memahami dampak jangka panjang dari penggunaan media yang tidak terkontrol.</br></br>Salah satu cara mengurangi efek negatif ini adalah dengan membatasi waktu penggunaan media digital dan mendorong konsumsi konten yang lebih berkualitas. Anak-anak dan remaja perlu diarahkan untuk mengakses sumber informasi yang edukatif, mengembangkan hobi di luar dunia digital, serta berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, peran keluarga dalam menciptakan kebiasaan sehat, seperti membaca buku, berdiskusi, dan beraktivitas fisik, sangat penting untuk menyeimbangkan paparan teknologi. Dengan pendekatan ini, generasi muda dapat tetap memanfaatkan media digital secara positif tanpa terjebak dalam dampak buruk yang dapat merusak perkembangan kognitif dan emosional mereka.erkembangan kognitif dan emosional mereka.)