Property:Response text id
From BASAkalimantanWiki
P
Mengurangi sampah plastik dapat dimulai dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Salah satu langkah paling efektif adalah dengan menggunakan tas belanja kain atau keranjang saat berbelanja, alih-alih menggunakan kantong plastik sekali pakai. Selain itu, memilih produk dengan kemasan yang ramah lingkungan dan mendukung brand yang menerapkan praktik berkelanjutan juga dapat membantu mengurangi jejak plastik.
Pendidikan dan kesadaran masyarakat juga berperan penting dalam mengurangi sampah plastik. Kampanye tentang bahaya plastik dan cara mendaur ulang dapat mendorong individu untuk lebih bertanggung jawab dalam penggunaan plastik. Mendorong komunitas untuk berpartisipasi dalam program pembersihan lingkungan serta menyediakan fasilitas daur ulang yang lebih baik dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan. +
Pasti kita pernah seperti ini, tidak lapar tapi ingin makan. Mulut ingin menguyah sesuatu, padahal perut tidak mengirimkan sinyal lapar.
Seperti itulah kecanduan medsos yang dinyatakan dapat membuat otak membusuk. Kita sebenarnya tidak memerlukan konten-konten receh di medsos, tapi entah kenapa merasa perlu.
Dalam IF ada istilah jendela makan/waktu berpuasa dan waktu makan. Hal ini bisa diterapkan dalam bermedsos. Ada waktu untuk bermedsos, dan tidak.
Seiring terbiasa dengan jendela waktu yang diterapkan, maka jeda medsos dapat dipersempit, jadi dua jam sehari. Dan di jendela waktu yang lain, bisa menghabiskan waktu di dunia nyata dengan membaca dan kegiatan positif lainnya. +
Menanggapi orang yang tidak mempunyai akal sangat susah untuk mengurusnya +
Untuk mencegah dampak negatif brain rot, khususnya bagi generasi muda, kita perlu memperbanyak interaksi sosial dalam hal positif. Contohnya dengan mengikuti Forum Anak Daerah (FAD) Kota Banjarbaru, yang merupakan organisasi yang dibina oleh DP3APMP2KB Kota Banjarbaru untuk meningkatkan partisipasi dan peran anak agar dapat saling belajar, berinteraksi, dan berpendapat. Kegiatan FAD yang telah dilakukan dalam rangkaian Hari Anak Nasional adalah "SESANAK" (Sehari Bersama Anak). Kami melakukan kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak hingga podcast bersama anak FAD dengan tema pergaulan sehat anak Gen Z. FAD diharapkan dapat terus melakukan kegiatan positif dan meminimalisir dampak penggunaan media sosial berlebihan seperti brain rot. +
Menurut saya, cara pencegahan penurunan fungsi otak (Brain rot) bisa dengan cara mengatur penggunaan gawai, beolahraga, dan lakukan aktivitas mengasah otak. +
Sebagai pelajar, cara mencegah brain rot adalah dengan mengatur waktu menggunakan media sosial, mengurangi menonton konten yang tidak bermanfaat dan memilih konten yang lebih bermanfaat, seperti vidio edukasi, podcast. Fokus pada kegiatan membaca buku, olahraga, gym dan kegiatan lain yang bermanfaat. +
Di era digital ini, brain rot menjadi masalah besar, terutama bagi generasi Z dan generasi Alpha. Banyak orang tidak sadar bahwa terlalu banyak mengonsumsi konten ringan, seperti video pendek, meme, atau berita tanpa manfaat, dapat membuat otak menjadi tumpul hingga sulit berpikir secara mendalam. Brain rot atau pembusukan otak terjadi akibat konsumsi konten online yang dangkal dan tidak menantang. Hal ini bisa menyebabkan kabut mental, melemahnya daya ingat, dan kecanduan media sosial. Menurut penelitian, doomscrolling dapat meningkatkan stres dan menurunkan kesejahteraan mental. Habenula dalam otak menjadi aktif saat seseorang terus-menerus menggulir media sosial, sehingga dapat menyebabkan hilangnya motivasi. Misalnya, banyak anak muda lebih memilih menghabiskan waktu di TikTok, Instagram dan main game daripada membaca buku atau mempelajari hal-hal baru.
*Solusi*
Saya menyarankan untuk membatasi waktu di media sosial, mengganti konten ringan dengan yang lebih edukatif, serta meluangkan waktu untuk belajar atau membaca buku agar otak tetap aktif. Selain itu, berdiskusi secara langsung dengan teman-teman juga bisa meningkatkan kreativitas dan mencegah brain rot. Kita harus lebih selektif dalam memilih konten berkualitas serta mengembangkan literasi digital. Selain itu, penting untuk melakukan aktivitas nyata seperti membaca buku, berolahraga, dan berdiskusi agar otak tetap tajam dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak bermanfaat.
-bahasa indonesia +
Sebagai pelajar, kita harus bijak dalam menggunakan media digital agar tidak mengalami brain rot. Salah satu caranya adalah dengan memilih konten yang edukatif dan bermanfaat. Kurangi konsumsi hiburan yang tidak berguna dan perbanyak membaca buku atau mengikuti kursus online. Selain itu, batasi waktu bermain media sosial agar otak tetap aktif dan produktif. +
Mencegah brain rot, atau kemunduran kognitif akibat terlalu banyak konsumsi konten dangkal dan tidak mendidik, dapat dilakukan dengan cara aktif membangun kebiasaan belajar yang terstruktur dan mendalam, seperti membaca buku berkualitas, mengikuti kursus daring yang menantang intelektual, serta berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki wawasan luas di berbagai bidang. Otak yang terus diasah melalui pemikiran kritis dan pemecahan masalah akan tetap tajam dan berkembang, berbeda dengan otak yang hanya menerima informasi tanpa pemrosesan lebih lanjut, yang cenderung melemah dalam kemampuan berpikir analitis dan reflektif. Oleh karena itu, penting untuk membatasi paparan konten yang bersifat instan, seperti video pendek yang tidak memberikan nilai edukatif, dan menggantinya dengan aktivitas yang merangsang daya pikir, seperti menulis esai, memecahkan teka-teki logika, atau belajar bahasa asing. Dengan demikian, kita dapat menjaga daya pikir tetap optimal dan terhindar dari efek negatif brain rot. +
Braid rot atau pembusukan otak dapat dicegah dengan cara mendisiplikan pengunaan hp berupa
1. Mengurangi jam penggunaan HP
2. Memilih konten yang sesuai dengan umur dan kebutuhan
3. Mendownload aplikasi permainan yang melatih otak misalnya permainan hitung cepat,catur piano dil
4. Menambah aktivitas yang bermafaat diluar jam sekolah misalnya klup olahraga, seni atau ikut bimbel
5. Mendisiplikan waktu tidur bila tidak ada aktivitas lain lagi
6. Menjalankan kewajiban beragama misalnya ikut sholat berjamaah di mesjid khusus muslim laki laki
7. Sering ngobrol dan berkomunikasi dengan orang tua dirumah dan membantu beres beres di rumah
8. Menghindari makanan cepat saji dan lebih sering mengkonsumsi makanan bergizi +
Brain rot adalah kemunduran fungsi otak akibat konsumsi konten instan berlebihan dan kurangnya stimulasi mental. Untuk mencegahnya, batasi penggunaan media sosial dan konsumsi informasi yang tidak bermanfaat. Perbanyak membaca buku, belajar keterampilan baru, serta berdiskusi agar otak tetap aktif. Rutin berolahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Tidur cukup dan pola makan sehat juga penting untuk menjaga kesehatan otak. Selain itu, interaksi sosial yang baik dapat membantu meningkatkan daya ingat dan menjaga otak tetap optimal. Dengan menerapkan pola hidup sehat serta menghindari kebiasaan buruk, fungsi kognitif dapat terjaga dengan baik. +
1. Hindari Konsumsi Konten Receh Berlebihan: Batasi waktu untuk menonton video lucu atau membaca berita gosip. Alihkan waktu luang untuk membaca buku, belajar hal baru, atau berdiskusi dengan teman. 2. Pilih Konten yang Bermanfaat: Pilih konten yang menantang pikiran, seperti video edukatif, artikel ilmiah, atau podcast inspiratif. 3. Aktifkan Mode "Focus" di Smartphone: Gunakan fitur "Focus Mode" untuk memblokir aplikasi yang mengalihkan perhatian dan fokus pada tugas belajar. 4. Berlatih Kritis terhadap Informasi: Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Cek sumber informasi dan cari fakta sebelum menyebarkannya. 5. Berikan Waktu untuk Otak Beristirahat: Berikan waktu untuk otak beristirahat dari layar. Lakukan kegiatan yang menenangkan seperti meditasi, yoga, atau berjalan-jalan di alam. +
konten receh di media sosial harus diwaspadai! Kita harus pintar-pintar memilih konten yang kita baca dan tonton. Ada cara yang efektif untuk menghindari konten receh tersebut, yaitu dengan memilih sumber informasi yang terpercaya. +
Sebagai pelajar, kita harus jaga otak dari brainrot akibat konten receh di media digital. Caranya? Kurangi scrolling nggak jelas, mulai konsumsi konten yang bermanfaat. Isi waktu dengan baca buku, belajar skill baru, atau diskusi hal menarik. Follow akun edukatif, bukan cuma hiburan kosong. Kalau sudah kebanyakan konten nggak penting, coba detox media sosial sebentar. Intinya, jangan biarkan otak jadi malas mikir dan cuma cari hiburan instan +
Bahasa Indonesia :
Brain rot adalah kondisi seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi atau melihat konten tidak berguna dan tidak bermutu hingga sulit untuk berpikir. Ada banyak cara mencegah brain rot salah satunya nya adalah mengurangi mengonsumsi atau melihat konten tidak berfaedah atau dengan cara memperbanyak membaca. +
Agar terhindar dari brain rot akibat konten receh di media digital, pelajar harus pintar-pintar dalam memilah informasi. Batasi waktu layar media, kita juga harus manfaatkan waktu luang dengan membaca atau belajar keterampilan baru, serta aktif berdiskusi agar otak tetap terlatih. +
*Kita harus mencegah sampah plastik yg terjadi di lingkungan,Yg menyebabkan lingkungan menjadi kotor . Dengan cara Membuang sampah pada tempatnyaa.
Salah satu manfaat Sampah plastik ialah dapat didaur ulang menjadi barang yang lebih berguna seperti Lampu, pot Dan piring plastik.
Pencegahan sampah plastik dpt terjadi juga Dengan kesadaran kita sendiri Dalam Menjaga Kebersihan Dilingkungan.
Termasuk dengan menguji Kepekaan dalam Menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan nyaman.
Kita dapat mengurangi Sampah plastik Dengan cara:
*Membuat Komunitas Kebersihan
* Membuat Poster Dengan Berkenaan Denda dan UUD
*mengurangi Penggunaan Plastik
*Membuat Peraturan Tentang Pencegahan Sampah Plastik.
+
Sebagai siswi SMAN 2 Banjarmasin, upaya upaya pencegahan brainrot dapat dilakukan menurut pendapat saya, yaitu :
• Penting untuk memberi jeda dalam penggunaan gawai agar tidak terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar.
• Bijak dalam menggunakan media sosial dengan lebih memilih konten yang tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki nilai edukasi yang bermanfaat.
• Memanfaatkan waktu luang untuk beraktivitas di luar rumah seperti berolahraga atau berjalan santai agar dapat membantu menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata. +
Untuk mencegah kerusakan otak generasi muda, tentunya orang tua harus mengurangi penggunaan gadget, memilih dan memilih konten atau tontonan bagi mereka. Melarang bermain game yang tidak bermutu, dan tentunya mengawasi gadget anaknya +
Kebanyakan generasi muda sekarang cenderung berfokus kepada media digital, untuk mencari hal hal positif namun hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa media digital banyak memiliki dampak negatif yang dapat merusak generasi +