Property:Response text id
From BASAkalimantanWiki
P
*Kita harus mencegah sampah plastik yg terjadi di lingkungan,Yg menyebabkan lingkungan menjadi kotor . Dengan cara Membuang sampah pada tempatnyaa.
Salah satu manfaat Sampah plastik ialah dapat didaur ulang menjadi barang yang lebih berguna seperti Lampu, pot Dan piring plastik.
Pencegahan sampah plastik dpt terjadi juga Dengan kesadaran kita sendiri Dalam Menjaga Kebersihan Dilingkungan.
Termasuk dengan menguji Kepekaan dalam Menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan nyaman.
Kita dapat mengurangi Sampah plastik Dengan cara:
*Membuat Komunitas Kebersihan
* Membuat Poster Dengan Berkenaan Denda dan UUD
*mengurangi Penggunaan Plastik
*Membuat Peraturan Tentang Pencegahan Sampah Plastik.
+
Sebagai pelajar, saya sering melihat sendiri bagaimana brain rot jadi masalah yang nyata di Indonesia. Karena hampir semua teman-teman saya, bahkan saya sendiri, menghabiskan banyak waktu di internet dan media sosial. Untuk mencegah "brain rot" dapat dilakukan dengan mengembangkan minat dan keingintahuan terhadap materi pelajaran. Saya sebagai siswa harus berani bertanya dan tidak takut salah. Serta terlibat aktif dalam diskusi dan proyek juga penting untuk mengembangkan berpikir kritis, logis, analitis dan kreatif. +
Dengan memprioritaskan konten yang lebih berkualitas, penggunaan media digital yang berlebihan dapat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Meskipun "waktu layar" tetap berlebihan, setidaknya hal-hal yang dikonsumsi berupa ilmu penting, informasi praktis, dan lainnya. +
Pengelolaan sampah plastik penting dilakukan untuk menjaga lingkungan dari pencemaran. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan sistem daur ulang, di mana plastik bekas diolah kembali menjadi produk baru yang lebih ramah lingkungan. Sampah itu seperti pepatah yang berkata, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit." Begitu juga dengan sampah; meskipun tampak kecil, jika dibiarkan terus menumpuk, dampaknya akan besar.
Selain itu, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga merupakan solusi yang efektif. Dengan beralih ke bahan-bahan yang dapat digunakan kembali atau lebih mudah terurai, kita bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Coba bayangkan jika kita sehari mengumpulkan 5 buah sampah. Hal itu mungkin terlihat sederhana, namun jika dikumpulkan, sampah akan terlihat sangat banyak dan dapat mencemari lingkungan. +
Mengurangi sampah plastik demi kelestarian bumi adalah langkah penting yang saya coba lakukan melalui pembuatan ecobrick. Ecobrick merupakan metode sederhana namun kreatif untuk mengolah limbah plastik. Sampah plastik yang biasanya dibuang begitu saja diisi dalam botol hingga padat, sehingga membentuk “batu bata” ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti furnitur, dinding, atau bangunan kecil.
Gambar yang saya sertakan menunjukkan ecobrick yang saya dan teman-teman buat saat kegiatan proyek kepemimpinan pada salah satu SMP Negeri di Banjarmasin. Kami menggunakannya untuk membuat ruang baca dengan kursi, meja, dan rak buku dari ecobrick. Inisiatif ini berhasil mengurangi sampah plastik di sekolah karena sebagian besar limbah plastik kami manfaatkan untuk membuat ecobrick. Selain mengurangi pencemaran, kami juga menciptakan produk bermanfaat yang diharapkan dapat menginspirasi orang lain ataupun siswa untuk lebih peduli terhadap kelestarian bumi. +
Untuk mencegah brain rot akibat konten receh di media digital, pelajar dapat melakukan beberapa langkah inovatif. Pertama, batasi waktu penggunaan media sosial dan alokasikan waktu untuk membaca serta menonton konten berkualitas, seperti artikel, buku, atau video dari saluran edukatif. Beberapa saluran yang direkomendasikan antara lain seperti Ferry Irwandi, Kurzgesagt - In a Nutshell, yang menyajikan ilmu pengetahuan dan filosofi dengan animasi yang menarik, TED yang menampilkan pembicaraan dari para ahli di berbagai bidang, CrashCourse yang menawarkan seri pendidikan tentang sejarah, sains, dan sastra, serta Vsauce yang mengeksplorasi pertanyaan menarik tentang sains dan perilaku manusia.
Kedua, pilihlah akun yang memberikan informasi edukatif dan inspiratif, serta aktif terlibat dalam komunitas yang membahas topik-topik positif. Ketiga, diskusikan konten yang telah dikonsumsi dengan teman-teman untuk memperdalam pemahaman dan mendapatkan perspektif yang berbeda. Selain itu, penting untuk mengembangkan kebiasaan menulis, seperti membuat catatan atau blog tentang apa yang telah dipelajari, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dengan cara-cara tersebut, pelajar dapat menjaga kesehatan otak dan meningkatkan kualitas informasi yang diterima, serta berkontribusi pada lingkungan digital yang lebih positif. +
Edukasi dan Kesadaran
• Berikan pendidikan tentang bahaya media digital yang berlebihan.Diskusikan tentang pentingnya keseimbangan antara media digital dan kehidupan nyata. Anjurkan generasi muda untuk mengkritisi informasi yang mereka temukan di media digital. +
Pentingnya kita untuk melindungi bumi ini dari sampah. Karena, sekarang bumi sedang tidak baik baik saja. +
cara sederhana untuk mengurangi dampak negatif media digital pada otak generasi muda:
1. Batasi Waktu Layar: Tetapkan batasan berapa lama anak boleh menggunakan gadget setiap harinya.
2. Pilih Konten Positif: Arahkan mereka ke konten yang edukatif dan bermanfaat, hindari konten yang berpotensi negatif.
3. Aktivitas Fisik dan Sosial: Ajak anak untuk bermain di luar ruangan atau berolahraga agar tidak terus terpaku pada layar.
4. Pantau dan Diskusikan: Orang tua perlu aktif memantau penggunaan gadget dan mengajak diskusi tentang bahaya penggunaan berlebihan.
5. Seimbangkan Waktu: Pastikan anak memiliki waktu yang seimbang antara belajar, bermain, dan istirahat. +
Sekolah merupakan penghasil sampah plastik terbanyak di lingkungan. Sampah-sampah tersebut berasal dari kantin yang menjual berbagai makanan. Kemasan yang digunakan kebanyakan dari plastik. Seperti yang kita ketahui, sampah plastik merupakan salah satu sampah yang sulit terurai. Cara kami mengantisipasi agar tidak menyebabkan sekolah yang kotor dan penuh sampah ada beberapa kegiatan. Pertama, sosialisasi kepada teman sebaya tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kedua, rutin melakukan Jumat bersih setiap bulan membersihkan lingkungan sekolah. Ketiga, mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan sehingga membuat sekolah menjadi indah. Dengan ini, mari kita jaga lingkungan sekolah dari sampah dan memanfaatkan sampah menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi. +
Strategi Mengurangi Dampak Negatif Media Digital
• Batasi Waktu Penggunaan Media Digital
Menerapkan batasan waktu yang jelas untuk penggunaan media digital adalah langkah pertama yang penting.
• Terapkan "Zona Bebas Teknologi"
Tentukan area tertentu di rumah (misalnya ruang makan) dan waktu tertentu (misalnya selama makan bersama keluarga) sebagai "zona bebas teknologi". Pendekatan ini membantu menciptakan keseimbangan dan mempromosikan interaksi sosial yang bermakna.
• Dorong Aktivitas Fisik dan Waktu di Luar Ruangan
Aktivitas fisik dan waktu di alam terbuka sangat penting untuk perkembangan otak yang sehat. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi waktu yang dihabiskan dengan media digital, tetapi juga mempromosikan perkembangan motorik, meningkatkan mood, dan mengurangi stres.
• Berikan Edukasi tentang Literasi Digital
Mengajarkan anak-anak dan remaja untuk bersikap kritis terhadap konten digital, memahami strategi pemasaran digital, dan mengenali tanda-tanda manipulasi dapat membantu mereka menjadi konsumen digital yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.
• Jadilah Teladan dalam Penggunaan Media Digital
Orang tua dan pendidik harus menunjukkan kebiasaan digital yang sehat. Ini termasuk mematikan perangkat selama interaksi sosial, tidak menggunakan ponsel saat makan, dan menunjukkan bahwa kegiatan di luar media digital juga bernilai dan menyenangkan. +
Q
Di era modern ini, setiap saat kita selalu berkutat dengan teknologi canggih, salah satunya smartphone/handphone. Dan hampir setiap hari kita membuka media sosial melalui smartphone. Terdapat banyak vidio-vidio pendek, foto-foto, dan sebagainya. Di antaranya ada yang isinya bermanfaat tapi ada juga yang sampah (tidak ada manfaatnya). Konten sampah ini lah yang merusak pemikiran dan moral masyarakat. Dan pengguna seharusnya bisa lebih bijak memilih tontonan. Sebenarnya kasus begini bukan salah teknologi, tapi manusia! Kenapa? Karena manusialah yang membuat konten-konten tersebut. Sayangnya orang yang membuat konten-konten itu bukan orang yang luas pemikirannya. Seharusnya konten yang dibuat bisa menimbulkan pertanyaan bagi penonton sehingga penonton terpancing menggunakan nalarnya. Dan para penikmat konten yang tidak bijak dalam memilih tontonan, justru mengikuti dan mendukung konten-konten tidak bermutu tersebut, mereka menganggap itu hiburan. Padahal tontonan seperti itu merusak otak. Akibat menonton hal-hal yang hanya punya nilai jual hiburan, otak kita cenderung tidak menyadari sisi buruk dari konten yang ditonton hingga tidak mampu berpikir apa sebenarnya isi dari konten tersebut? Akhirnya otak kita buntu, kesulitan berpikir bahkan hanya untuk memberikan pendapat pada satu kasus. Dari pada selalu menikmati konten tidak berkualitas lebih baik menghibur diri dengan hal lain, misalnya belajar hal baru seperti menulis puisi, menulis essay, membaca buku, berolahraga, dan sebagainya. Dengan itu, selain terhibur maka kita akan mendapatkan ilmu. Tidak ada salahnya mencari hiburan dengan menonton vidio lucu, tapi jangan sampai melewati batas. Dan kalau bisa, jadilah salah satu orang yang membuat konten dengan menyajikan tontonan berkualitas, misal berbagi pengetahuan, membuat vidio inspiratif seperti berbagi makanan untuk orang yang membutuhkan. Tujuannya agar penonton tidak sekedar mendapatkan hiburan tapi nalarnya bekerja menjadi "oh iya! Tapi kenapa...?"
Di zaman teknologi ini marak dengan istilah brain rot. Brain rot merupakan keaadaan mental/ cara berpikir yang menurun disebabkan terlalu sering menonton video yang membuat otak tidak berfikir kritis. Menurut Jurnal yang ditulis Nadia Raissa Nariswari hasil wawancara beberapa pemuda, memang terbukti tontonan sosial media ini memiliki dampak besar terhadap pola berpikir. Meskipun media sosial ini juga memiliki banyak manfaat, tetapi menurut saya tetap harus melihat dampak negatif serta bagaiamana menanganinya. Kita dapat mengurangi masalah ini dengan bertahap dengan cara memotivasi diri untuk lebih berpikir kritis salah satunya dengan cara menonton channel satu persen yang memotivasi semangat hidup& berpikir kritis. +
R
Tanggapan saya tentang sampah yaitu,lebih baik sampah sampah itu bila bisa di jadikan sebuah karya, yang bila karya itu bisa menjadi barang yang bisa mendunia +
Di era digital, media sosial telah menjadi panggung bagi generasi muda untuk menampilkan versi terbaik lewat unggahan dengan momen yang tampak sempurna. Namun, di balik itu ada kondisi yang membuat kita tanpa sadar ikut terjebak dalam settingan kebahagiaan semu, bahkan merasa terisolasi karena konsumsi media yang berlebihan. Brain rot, kerusakan otak yang dapat dikurangi melalui interaksi langsung dengan orang lain. Bermanfaat meningkatkan komunikasi aktif, melatih daya pikir, dan memperkuat hubungan sosial. Senyum yang muncul dari pertemuan langsung pun membawa energi tak tergantikan oleh sekadar emoji atau stiker. Mari bangun kebiasaan berkomunikasi yang lebih nyata dan bermain bersama penuh makna! +
Edukasi dan kesadaran tentang dampak negatif sampah plastik sangat penting untuk melestarikan lingkungan. Dengan memahami bahaya plastik bagi ekosistem, kita dapat mengubah kebiasaan sehari-hari. Misalnya, mengadakan seminar atau lokakarya di sekolah dan komunitas untuk menyebarkan informasi tentang pengurangan penggunaan plastik. Selain itu, kampanye melalui media sosial dapat menjangkau lebih banyak orang dan menginspirasi tindakan nyata. Mengajak teman dan keluarga untuk ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan juga dapat meningkatkan kesadaran bersama. Dengan edukasi yang tepat, kita bisa menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. +
Menggunakan kembali barang bekas untuk tujuan yang sama atau berbeda. Misalnya, memanfaatkan botol plastik bekas untuk menyiram tanaman, menjadi pot bunga, atau wadah alat tulis. Mengurangi penggunaan barang-barang dari plastik. Misalnya, mengganti kantong belanja berbahan kain, menghindari botol plastik sekali pakai, dan mengurangi penggunaan sedotan. Membuang sampah plastik pada tempat sampah anorganik. Beberapa barang, seperti botol minuman dan pot tanaman, bisa didaur ulang. Hindari plastik yang tidak dapat didaur ulang jika ada alternatif lain. Hindari produk dengan kemasan plastik yang berlebihan atau tidak perlu. Gunakan barang-barang yang dapat digunakan kembali seperti botol air, tas belanja, gelas penyimpan, dan peralatan makan untuk bepergian. +
Janganlah meninggalkan sisa-sisa sampah di dalam ruangan.Karena dampak negatif meninggalkan sampah di dalam ruangan bisa menyebabkan menumpuk nya sampah-sampah yang tidak dibuang pada tempat nya semakin banyak berada dalam ruangan. +
- Sampah plastik adalah jenis Sampah Yang Sulit terurai deh alam dan dapat menimbulkan berbagai dampak
-
Negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
- Sampah Plastik Sering kita jumpai di sekitar kita, ☐ contoh nya di sekolah. rumah, dan Pasar.
- untuk mengurangi sampah Plastik, kita dapat: - membawa kantong belanja Sendiri Saat hendak
- berbelanja, membawa botol minum sedi Sendiri atau - tumbler Saat Sekolah, dan hindari memberi makanan - dan minuman kemason plastik, dan daur ulang. Sampah Plastik menjadi berbagai macam barang. Contohnya
tas belanja, Pot tanaman, tempat Pensil. Sebagainya. +
Sampah merupakan masalah yang dihadapi didunia karena sifatnya yang sulit terurai dan jumlahnya terus meningkat, membuang sampah pada tempatnya sangat penting dilakukan untuk menjaga bersihan dan kesehatan lingkungan dan terhindar dari penyakit. Dampak membuang sembarangan akan merusak pemandangan dan mendatangkan bau tidak sedap.
Banyak cara untuk mengurangi sampah plastik diantaranya:
Mengurangi penggunaan sedotan, ganti sedotan plastik dengan sedotan reusable berbahan stainless stel mendaur ulang sampah plastik dengan cara memilah,membersihkan,mencuci,melebur dan menggunakan kembali. Kurangi konsumse permen karet tidak bisa hancur dengan mudah, meskipun sudah di kubur didalam tanah. +