Property:Response text id
From BASAkalimantanWiki
A
Untuk mengurangi efek negatif media digital yang dapat merusak otak generasi muda, diperlukan pendekatan yang seimbang antara pemanfaatan teknologi dan pengendalian penggunaannya. Salah satu cara utama adalah dengan menerapkan batasan waktu penggunaan media digital, terutama bagi anak-anak dan remaja. Orang tua dan pendidik perlu berperan aktif dalam mengawasi serta mengedukasi tentang dampak negatif penggunaan berlebihan, seperti gangguan konsentrasi dan kecanduan. Selain itu, penting untuk mendorong aktivitas di luar layar, seperti membaca, berolahraga, dan berinteraksi sosial secara langsung, guna menstimulasi perkembangan otak secara optimal.
Selain pengendalian waktu, perlu adanya edukasi tentang konsumsi konten digital yang sehat dan berkualitas. Generasi muda harus diajarkan untuk memilah informasi yang mereka terima serta memahami dampak dari paparan konten yang tidak sesuai. Pemerintah dan platform media juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan fitur kontrol yang lebih baik dan mempromosikan konten edukatif. Dengan pendekatan yang holistik—melibatkan keluarga, sekolah, dan kebijakan publik—generasi muda dapat tetap memanfaatkan media digital secara positif tanpa mengorbankan kesehatan otak mereka. +
Tanggapan saya agar lingkungan nyaman dan bersih +
Kita juga jangan membuang sampah sembarangan kurangi memakai plastik sekali pakai, kurangi membeli air mineral yg di jual di toko yg memakai plastik, mendaurr ulang
Tidak menggunakan sedotan plastik untuk mengurangi sampah plastik. +
Dolor iste amtet dolor dorlo lorem ipsum dolor Dolor iste amtet dolor dorlo lorem ipsum dolor Dolor iste amtet dolor dorlo lorem ipsum dolor Dolor iste amtet dolor dorlo lorem ipsum dolor Dolor iste amtet dolor dorlo lorem ipsum dolor Dolor iste amtet dolor dorlo lorem ipsum dolor ID +
Buang sampah sembarangan bisa membuat bencana alam seperti banjir dan lain-lain. Jadi letakan samoah di temoat yang sebenarnya lingkungan menjadi nyaman dan asri +
Nah, ada sedikit saran bagi kalian yang ingin mengurangi kebiasaan menonton video tanpa arah ini:
1. Kurangi secara perlahan. Mulai dengan mengurangi selama lima menit, lalu bertahap menjadi 10, 15, hingga 20 menit setelahnya.
2. Buat jadwal. Seperti saat belajar yang punya jadwal dan pergantian mata pelajaran, begitu juga dengan konten yang kalian tonton. Tentukan waktunya agar tidak berlebihan.
3. Bicara sendiri. Coba jelaskan apa yang baru saja kalian tonton. Jika ada teman atau keluarga, ceritakan kembali isi video tersebut. Cara ini bisa melatih kelancaran berbicara dan mengasah kemampuan berpikir kritis.
4. Tuliskan apa yang kalian tonton. Jika tidak ingin berbicara, tulis saja di buku, bahkan di buku bekas sekalipun. Setidaknya, buku itu masih ada gunanya daripada hanya berdebu di lemari atau laci.
Itulah sedikit pendapat dari seorang anak SMA. Ingatlah, belajarlah dengan rajin atau setidaknya cobalah beberapa saran yang dituliskan di sini. Semoga generasi muda Banjar bisa mengurangi kebiasaan ini. Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau terlalu banyak kata, wajar jika manusia berbuat salah. Namanya juga manusia, bukan robot,
Semoga kita semua diberi keberkahan di dunia dan akhirat. Mohon maaf dan terima kasih kepada tim BasaKalimantan +
"Edukasi, Literasi, Aksi" yang berulang-ulang adalah merupakan kunci penakluk Brain Rot atau Pembusukkan Otak. Mengapa begitu? Karena Edukasi tanpa pelengkap hanyalah sebatas penyegaran sementara, sedangkan Literasi tanpa adanya pelengkap hanya sebatas pembuahan yang tidak dijual ataupun dibagikan, dilanjutkan dengan aksi tanpa adanya pelengkap hanya sebatas omong kosong tanpa bibit bebet bobot. 3 dasar ini menjadi pembangun regenerasi yang lebih unggul dalam intelektual anggun dalam moralnya, dari 3 dasar ini berhubungan dengan salah satu teori Psikologi Behavior; yang dimana pentingnya menkekankan pengulangan-pengulangan (aksi) dalam pembelajaran. +
Apakah ada opsi terbaik melawan Brain Rot ini, boleh jadi jawabannya sesimpel melakukan manajemen diri yang lebih baik lagi beserta anjuran lainnya. Sayangnya semua itu hanya nasehat kosong belaka, meski galak penyampaian dan himbauan toh, jika tanpa dampak nyata apa hasilnya.
Keresahan ini selaras dengan maraknya penggunaan akal Imitasi (AI), bahkan dalam pertanyaan kala persentasi, kenyataan yang saya dapati hanyalah pertukaran kata antar akal Imitasi, dengan pelajar sebagai katalisatornya, ironi. Sedikit saya dapati perbincangan murni yang melibatkan akal asli, diskusi-diskusi padat nan berisi, nyatanya tergerus oleh keinstanan akal Imitasi.
saran saya tutup handphonemu, sadarilah kau sedang menghirup udara. Hidupmu terlalu singkat hanya untuk kepuasan sesaat. Duniamu terlalu kecil bila Fyp jadi standar kompetensi untuk kau dinyatakan berhasil.
"Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
Jadi lebih baik dibanding diriku
'Tuk sementara ini aku mengembara jauh
Saat dewasa kau 'kan mengerti" —.Feast +
kita harus bijak menggunakan media digital, jangan terlalu banyak waktu dihabiskan untuk main hp/laptop. kita harus seimbang antara aktivitas online & offline, agar otak kita tetap sehat dan kita bisa berkembang dengan baik :) +
Hindari membeli makanan dan minuman kemasan plastik karena bisa menyebabkan banjir di sungai.sampah plastik dapat mencemari tanah ,air,laut,bahkan udara jadi pilih produk yang di kemas dalam botol kaca atau daun supaya mengurangi sampah plastik +
Gunakan botol minum yang dapat diisi ulang yang menggunakan bahan dari kaca atau stainless steel untuk menghindari sampah botol plastik sekali pakai. +
Cara Menanggulangi Plastik (Bahasa Indonesia)
3 cara penanggulangan sampah plastik adalah cara yang paling banyak dilakukan. Selain cara-cara tersebut tentunya masih banyak cara dalam menanggulangi sampah. Di Indonesia kita lebih familiar dengan istilah 'membuang sampah ke sungai', tidak jauh berbeda dengan membuang sampah kelaut. Namun untuk urusan sampah plastik seharusnya ditangani secara khusus. ada 3 prinsip dalam menggulangi sampah plastik, yaitu 3 R (reuse, reduce dan recycle)memakai kembali, mengurangi pemakaian, dan mendaur ulang.
Penanggulangan sampah plastik yang paling efektif adalah memperbaiki perilaku. Perilaku hemat, sederhana, dan cinta lingkungan. Orang yang sederhana akan menerapkan prinsip reuse, misalkan memanfaatkan kembali botol dan plastik bekas. Orang yang hemat akan menerapkan prinsip reduce, misalnya mengurangi pemakaian barang-barang dari plastik. Sedangkan orang yang cinta lingkungan akan menerapkan prinsip recycle yaitu membuang sampah plastik pada tempat sampah anorganik. Inilah penanggulangan sampah plastik yang paling efektif. Semuanya akan berjalan apabila 3 prinsip ini disertai sikap sadar dan peduli terhadap lingkungan.
Selain dalam tingkat perilaku, 3 prinsip diatas juga telah diterapkan dalam penanggulangan secara makro. Di beberapa negara maju memakai kantong plastik sendiri saat berbelanja diapresiasi dengan sebuah diskon belanja. Selain itu pabrik-pabrik pengolah sampah dengan mesin pencacah dan pendaur ulang sampah juga banyak didirikan. Para pahlawan pendaur ulang sampah yaitu "pengumpul sampah" (pemulung) jangan dilupakan jasanya. Berkat para pemulungnlah prinsip recycle bekerja lebih maksimal. +
Pendekatan digital well-being dapat membantu individu mengelola penggunaan teknologi secara sehat dan produktif dengan cara: (1) detoks digital dengan membatasi penggunaan media sosial dan menggantinya dengan aktivitas fisik atau membaca; (2) menerapkan batasan waktu penggunaan teknologi, terutama sebelum tidur, untuk meningkatkan kualitas tidur dan kejernihan mental; (3) mempertahankan interaksi sosial langsung untuk memperkuat kemampuan kognitif dan dukungan sosial. +
Brain rot adalah penurunan fokus dan berpikir akibat konsumsi konten berlebihan. Cara untuk menghindarinya dengan membatasi melihat konten yang tidak bermutu dan hanya untuk hiburan semata, dan lebih memfokuskan diri untuk melakukan kegiatan produktif lainnya seperti kegiatan melakukan perkerjaan rumah. Dengan membatasi diri untuk tidak berlebihan konsumsi konten berlebihan, kita tidak akan terpengaruh akan penurunan otak (hilangnya konsentrasi). +
Cara yang dilakukan untuk menjauhi "brain rot" +
Pernah ngerasa otak kayak nge-lag? Susah fokus, gampang lupa, bawaannya males mikir? Bisa jadi itu efek brain rot gara-gara kebanyakan konten receh. Scroll-scroll, ketawa bentar, tapi nggak ada manfaatnya. Lama-lama, otak jadi tumpul. Solusinya? Saring yang lo konsumsi, baca yang berkualitas, tantang otak buat mikir. Jangan sampai algoritma yang ngontrol lo—lo yang harus ngontrol apa yang masuk ke kepala! +
Pertama, KESADARAN DIRI dalam penggunaan adalah hal UTAMA. Kedua, blokir konten kurang bermanfaat dengan fitur. Ketiga, ganti dengan aktivitas positif. +
Kesadaran membuang sampah pada masyarakat bisa dibilang rendah karena berdasarkan pengamatan dan fakta dilapangan masih banyak sampah yang terlihat tidak sesuai pada tempatnya, untuk itu diperlukannya peran pemerintah, salah satunya dengan cara menyediakan fasilitas untuk membuang sampah, karena itu termasuk salah satu cara untuk menangani sampah yang berhamburan dimana-mana. Tidak hanya itu kesadaran masyarakat juda perlu dibangun dengan diberlakukannya musyawarah, sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat terkait kebersihan lingkungan kita. +
B
Ada berbagai macam cara dalam menanggulangi sampah plastik. Ada yang didaur ulang (recycle), ada yang dihancurkan menggunakan cara ramah lingkungan, ada pula yang dibuang di tempat pembuangan akhir sehingga tidak ramah lingkungan. Menanggulangi sampah plastik memang susah-susah gampang.Butuh waktu yang sangat lama untuk mengurai plastik kembali menjadi unsur alam.
Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, kita bisa mulai dengan membawa botol minum sendiri ketika bepergian. Dengan cara ini, kita tidak perlu membeli air minum dalam kemasan botol plastik setiap kali merasa haus.Kita juga bisa mulai membawa peralatan makan seperti sendok dan garpu dari rumah agar tidak memakai sendok dan garpu plastik sekali pakai.Selain itu, kita juga bisa membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja. +
seorang boti lagi viral di media sosial, la menjabarkan buruknya seorang guru dengan memakai pakaian seragam. Dukungan terhadap konten seperti ini bisa mengurangi kualitas pendidikan, berkurangnya semangat kerja seorang guru dan menghambat masuknya ilmu.
usaha untuk menghindari hal ini yaitu, jangan memberikan dukungan dalam bentuk likes, komentar, follow, dan share pada konten itu. Jika dia ada di lingkungan sekitar, cara untuk mengatasinya yaitu jangan memberikannya pujian. Pujian dapat memajukan mereka untuk terus melakukan tingkah tersebut demi mendapatkan perhatian, sehingga akhirnya menjadi suatu kebiasaan. Penting bagi semua orang untuk berpikir lebih dalam tentang menilai konten yang di lihat. +