Property:Response text id

From BASAkalimantanWiki
Showing 20 pages using this property.
H
Untuk mencegah brain rot, pelajar perlu membaca, belajar matematika, dan berpikir kritis. Kurangi media sosial dangkal, banyak berdiskusi, dan latihan menulis.  +
ada 3 prinsip dalam menggulangi sampah plastik, yaitu 3 R (reuse, reduce dan recycle)memakai kembali, mengurangi pemakaian, dan mendaur ulang.Peanggulangan sampah plastik yang paling efektif adalah memperbaiki perilaku. Perilaku hemat, sederhana, dan cinta lingkungan.  +
Hampir di mana-mana kita menemukan sampah, baik itu sampah organik dan anorganik salah satunya yang paling sering di jumpai iyalah sampah plastik. Dengan banyak nya sampah yang kita jumpai, maka masalah pencemaran Lingkungan akan semakin sering terjadi. Jadi kita sebagai makhluk hidup yang punya kesadaran penuh harus mengurangi pencemaran sampah plastik. Salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan cara mengganti bahan plastik atau mengganti produk yang ramah lingkungan. Salah Satu nya dengan cara mengurangi sampah plastik dan memakai Tempat Makan Dan Botol minuman dari Rumah dan menggunakan Produk yang ramah Lingkungan seperti mengganti Kantong belanja menjadi tas kain atau tas kertas sebagai pengganti Tas Plastik. Kita juga perlu membuang sampah pada Tempat nya agar sampah Tidak Berserakan di lingkungan Sekitar.  +
cara mengurangi pencemaran lingkungan seperti di sekolah dan di lingkungan sekitar, contohnya mengganti Katong melanja kita yang biasanya dari pelastik menjadi kain jadi bisa digunakan berulang kalii, trus kita bisa menggantikan botol plastik sekali pakai dengan botol minum yang dapat di isi ulangg yang berbahan kaca atau stainless steel. kita juga bisa mengurangi penggunaan sedotan dari bahan plastik, kita bisa menggantikan sedotan tersebut dengan sedotan stainless steel yang bisa digunakan berulang kali atau langsung minum dari gelas langsung, kita juga bisa membawa peralatan makan minum sendiri yang bisa di pakai berulang kali untuk kita para pelajar di sekolah supaya tidak perlu memakai peralatan sekali pakai, makasih  +
Cara manyadikiti pencemaran di sakulahan lawan lingkungan nang ada di saputaran kampung,cuntuhnya antuk wadah sagan ulanja kita nang rajin mamakai kantungan palastik kawa diganti lawan kain,jadi kawa dipakai barapa kali, imbah tu kita kawa jua mangganti butul sakali pakai lawan butul paminuman nang kawa diisi ulang nang babahan kaca atawa stainless steel Kita kawa jua mangurangi kada tapi mamakai isapan nang dari palastik,kita kawa manggantinya lawan isapan stainless steel nang kawa rancak dipakai atawa langsung minum pakai cangkir,kita kawa jua mamabawa pakakas pamakanan paminuman saurang yg kawa rancak dipakai sagan kita yang sakulah sakira kada perlu lagi mamakai pakakas nang sakali pakai,tarimakasih  +
**Brain Rot** atau pembusukan otak yang terjadi akibat paparan konten-konten tanpa kualitas yang bersliweran bebas di media sosial merupakan efek kebodohan. Brain Rot bukanlah sebuah kondisi medis ataupun penyakit otak. Ini adalah jenis disfungsi kognitif yang melibatkan masalah memori, kurangnya kejernihan mental, konsentrasi yang buruk, dan ketidakmampuan untuk fokus. **Penyebab Brain Rot** Sebelumnya, tahukah kamu mengapa brain rot bisa terjadi? Paparan media sosial serta fokus yang terus-menerus terpecah karena informasi yang membludak—tanpa dibarengi kesadaran akan kualitas konten—membuat otak sering tenggelam dalam imajinasi yang dangkal dan impulsif. Kehidupan dalam dunia virtual juga mendorong remaja untuk berfantasi tentang kehidupan ideal, yang memicu terjadinya brain rot. **Penanganan** Brain rot dapat dicegah melalui cara pencegahan kecanduan. **Bagaimana caranya?** 1. **Memenuhi kebutuhan dasar individu terlebih dahulu**, seperti teman, hiburan, pasangan, serta makanan. Ketika berbagai kondisi dasar telah terpenuhi, makhluk hidup cenderung menjauhi tindakan-tindakan yang merugikan, termasuk kecanduan. 2. Namun, jangan lupa: teman, hiburan, dan pasangan juga harus memiliki komitmen serta dukungan untuk membantu individu terlepas dari jerat brain rot. **Cara kedua** untuk mencegah brain rot adalah meminimalkan stimulasi dari penggunaan handphone. Ini bisa dilakukan dengan: 1. Menghapus aplikasi-aplikasi tidak penting serta pemicu brain rot. 2. Memberikan batasan waktu dalam penggunaan handphone. 3. Tidur yang cukup. Begadang bisa menjadi pemicu awal brain rot karena kurang tidur dapat melemahkan dan melelahkan otak. 4. Menyibukkan diri dengan hal positif, seperti olahraga, membaca buku, dan kegiatan produktif lainnya. 5. Menetapkan mental yang kuat. Tanpa mental yang kuat, sebanyak apa pun usaha akan sia-sia. Yakinkan diri untuk konsisten pada tujuan.   +
bebarapa cara menghindarkan brain rot akibat kepanasan karna konten lawak di media : -saring dengan pilih konten dengan bijak -batasi waktu makanan konten receh -Seimbangkan dengan Konsumsi Konten baik  +
I
Saya membawa botol minum atau tambler apa yg dibutuhkan ketika haus, tentu air minum ketika haus, tidak harus membeli air minum kemasan, lebih baik menyiapkan air minum dari rumah dengan menggunakan botol minum atau tambler  +
Karena saya tidak suka membuang sampah sembarangan nanti bisa jadi penyakit dan tertular kemana mana  +
Dampak sampah plastik sangat besar dan merugikan lingkungan serta kesehatan kita. Ketika plastik dibuang ke lautan, banyak hewan laut yang terjebak atau mengira plastik itu makanan, yang bisa mengganggu rantai makanan di laut. Selain itu, partikel kecil plastik, yang disebut mikroplastik, bisa masuk ke makanan dan minuman kita, dan ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Sampah plastik juga mencemari tanah dan air, membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Jadi, penting bagi kita untuk mengatasi masalah sampah plastik agar lingkungan tetap bersih dan aman. Sampah plastik dapat mencemari lingkungan dan membahayakan hewan serta manusia. Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa mulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan botol. Selain itu, penting untuk mendaur ulang plastik yang sudah ada dan mendukung program kebersihan di komunitas. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat menjaga lingkungan agar tetap bersih dan aman.  +
Sebagai pelajar, saya sadar betapa pentingnya menjaga kualitas pikiran di era digital. Terlalu sering terpapar konten receh hanya membuat otak kita cepat menurun. Daripada membuang waktu pada hal-hal yang tidak bermakna, mari kita manfaatkan media digital untuk belajar dan menciptakan ide yang luar biasa. Dengan memilih konten berkualitas, kita dapat mencegah pembusukan otak dan mengoptimalkan potensi diri. Jadi, mari kita cerdas dalam menggunakan media digital agar tidak terjebak dalam konten-konten kosong yang hanya merusak kreativitas dan fokus belajar.  +
Kurangi media sosial, perbanyak interaksi langsung, kembangkan hobi offline, latih komunikasi, dan jangan bergantung pada validasi digital.  +
Permasalahan media digital saat ini sedang menjadi fokus kita semua. Banyak dampak negatif dari media digital jika kita menggunakannya secara berlebihan. Salah satunya pembusukkan otak adalah kondisi ketika kemampuan kognitif, analisis, memori, serta mengingat individu menjadi menurun karena kebiasaan menggunakan teknologi secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dalam berpikir kritis, kepekaan mengambil keputusan, dan kemampuan memecahkan suatu masalah. Oleh karena itu kita harus mengurangi penggunaan media digital dan meningkatkan interaksi sosial. Karena dengan meningkatnya interaksi sosial sesama kita, kita akan lupa dan mengurangi penggunaan media digital karena komunika dan interaksi dapat membuat kita lupa dengan interaksi sosial. Yang di mana pengertian interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu maupun kelompok untuk menjalin hubungan pertemanan, diskusi, kerjasama yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Semakin banyak kita berinteraksi sama teman atau orang lain maka semakin lupa kita akan media digital. Dan manfaat dari interaksi sosial juga banyak seperti membantu memenuhi kebutuhan akan ketertiban, pendidikan, kesehatan, dan kasih sayang, membantu menjalin hubungan baik pertemanan bahkan bisnis, membantu mengembangkan pemikiran atau ide-ide yang sebelumnya tidak ada dalam pikiran kita, membantu menyelesaikan pekerjaan dengan optimal. Dan adapun cara meningkatkan interaksi sosial adalah selalu mengasah kemampuan interaksi sosial, bekerja sama atau berkolaborasi dengan individu bahkan kelompok. Mari kita tingkatkan interaksi sosial dan kurangi penggunaan media digital untuk menghindari pembusukkan otak.  +
Komik bisa menjadi sarana awal bagi orang yang malas membaca, dan jika mereka tertarik mereka bisa melanjutkan ke novel. Hal ini bisa meningkatkan minat literasi individu  +
1.Kurangi penggunaan kantong plastik. 2.Pisahkan sampah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos sedangkan sampah anorganik bisa di daur ulang. 3.Kita bisa mengurangi sampah plastik dengan cara mendaur ulang sampah plastik tersebut. Sampah plastik tersebut bisa kita daur ulang menjadi bunga, tempat pensil atau tas. 4.Selalu bawa tas belanja yang berbahan kain saat berbelanja. 5.Tidak Menggunakan Sedotan Plastik. 6.Membawa botol minum atau tumbler, jadi saat haus kita tidak perlu membeli minunan kemasan yang kebanyakan berbahan dasar plastik.  +
1.tidak boleh melangkahi orang pada saat tidur atau sholat 2.tidak boleh menghabiskan nasi saat mau tambah nasinya 3.tidak boleh menyapu malam hari  +
J
Di era digital saat ini, internet telah menjadi kebutuhan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan. Dari komunikasi, pendidikan, bisnis, dan hiburan. Internet memainkan peran penting dalam menjembatani individu, organisasi, bahkan negara di seluruh dunia. Namun, penggunaan internet yang berlebihan juga dapat membawa dampak negatif, terutama terhadap kesehatan otak. Konsumsi konten online yang berlebihan semakin marak terjadi di kalangan anak muda pada generasi Z dan Alpha saat ini. Hal ini mengakibatkan terjadinya fenomena “brain rot” atau “pembusukan otak”. Istilah ini merujuk pada penurunan fungsi kognitif, dan kemerosotan kecerdasan intelektual. Paparan terus-menerus terhadap konten yang bersifat instan dan adiktif dapat menghambat perkembangan otak. Konsumsi informasi yang terlalu pesat dan banyak seakan memberikan bencana tsunami informasi pada otak yang berakibat pada menurunnya kapasitas intelektual. Beberapa contoh fenomena brain rot yang terjadi di kehidupan sehari-hari seperti kesulitan fokus saat membaca buku atau artikel panjang mudah terpengaruh oleh tren media sosial Rasa gelisah saat tidak mengakses internet Kesulitan untuk berinteraksi di dunia nyata Salah satu cara efektif untuk mengatasi "brain rot" adalah dengan journalling atau menulis jurnal. Journaling merupakan bentuk refleksi diri yang dituangkan ke dalam tulisan, journaling bertujuan untuk membantu individu dalam memahami diri, mengelola emosi, serta mengembangkan kreativitas dan pola pikir. Manfaat-manfaat dari journalling antara lain: Meningkatkan kecerdasan emosional Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri Meningkatkan kreativitas Melatih berpikir kritis Melatih ingatan Dengan membiasakan melatih hal-hal tersebut, akan mengatasi fenomena brain rot. Karena adanya kesadaran diri dan kecerdasan emotional terhadap batasan-batasan penggunaan dan manajemen internet terutama sosial media. Jenis-jenis journalling yang bisa membantu meningkatkan kecerdasan otak dan mengatasi brain rot seperti: jurnal kreatif seperti menulis puisi dan menggambar Bullet journal yaitu membuat agenda dan daftar tugas Journall reflektif sebagai pembelajaran dan pengembangan diri Juornall harian dengan menulis pengalaman, perasaan, dan hal-hal yang dapat disyukuri hari ini mulai lah menulis walaupun tulisanmu masih berantakan, journalling yang dilakukan dengan konsistens setiap harinya akan memberikan tulisan dan manfaat yang sangat bagus untuk otak. Sehingga journalling sangat membantu untuk mencegah maupun mengatasi fenomena brain rot dikalangan anak mudah saat ini, ayo budayakan menulis jurnal.  
Sebagai pelajar, kita harus menjaga kesehatan otak dengan memilih konten digital yang berkualitas. Jangan hanya menonton video receh yang tidak bermanfaat, tetapi cari informasi yang menambah wawasan. Selain itu, batasi penggunaan media sosial agar tidak kecanduan. Dengan cara ini, otak kita tetap aktif berpikir dan tidak mengalami brain rot.  +