Property:Response text id

From BASAkalimantanWiki
Showing 20 pages using this property.
R
Untuk mengurangi dampak negatif media digital terhadap otak generasi muda, kita perlu membatasi waktu layar, mendorong aktivitas fisik, serta mengajarkan literasi digital agar mereka lebih kritis terhadap informasi. Selain itu, orang tua dan pendidik harus menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang sehat. Mendorong interaksi sosial langsung dan hobi di luar layar juga penting. Regulasi konten yang sesuai usia serta edukasi tentang dampak kecanduan digital dapat membantu menjaga kesehatan mental dan perkembangan otak mereka.  +
Brain rot adalah situasi dimana pengurangan daya pikir anak dikarenakan penggunaan gawai yang berlebih. Orang tua zaman sekarang cenderung memberikan gawai kepada anak yang seharusnya tidak terekspos oleh radiasi dari gawai tersebut. Orang tua disarankan untuk selalu memonitor apa yang anak lihat dan tonton untuk mencegah rusaknya otak anak dikarenakan gawai.  +
Brain rot adalah situasi di mana pengurangan daya pikir anak dikarenakan penggunaan gawai yang berlebih. Orang tua zaman sekarang cenderung memberikan gawai kepada anak yang seharusnya tidak terekspos oleh radiasi dari gawai tersebut. Orang tua disarankan untuk selalu memonitor apa yang anak lihat dan tonton untuk mencegah rusaknya otak anak dikarenakan gawai.  +
Ada beberapa alasan kuat mengapa kita perlu mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari kita.Plastik yang tidak terkelola dengan baik mencemari tanah, air, dan Udara.contohnya bisa,membawa tas belanja sendiri Tas kain yang dapat digunakan berulang kali lebih ramah lingkungan daripada kantong plastik sekali pakai.  +
Plastik sekali pakai adalah barang-barang yang kita gunakan sekali pakai lalu buang, seperti kantong belanja, botol air minum, sedotan, dan peralatan makan yang terbuat dari plastik. Cara termudah untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan menghindari pemakaian plastik yang tidak perlu dan plastik sekali pakai. Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, kita membawa botol sendiri ketika berpergian, agar kita tidak perlu membeli air minum kemasan. Selain itu, kita juga bisa membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja  +
Mengurangi sampah adalah langkah penting untuk menjaga kelestarian Bumi. Cara saya mengurangi sampah untuk melestarikan bumi adalah dengan mengganti air kemasan menjadi botol tumblr, mengganti kantong plastik dengan memakai kantong belanja berbahan kain, membawa alat makan sendiri ke sekolah seperti piring dan gelas agar mengurangi sampah plastik di sekolah, mengurangi penggunaan kertas, menggunakan alat tulis yang bisa diisi ulang kembali, mengganti tisu menjadi lap tangan berbahan kain, mengolah sampah yang bisa didaur ulang menjadi karya kerajinan atau barang yang dapat bermanfaat yang bisa dipakai atau menjadi hiasan, mengolah sampah organik menjadi pupuk, memperbaiki barang yang rusak daripada membelinya yang baru.  +
Mengolah kembali sampah menjadi barang yang berguna  +
Mengurangi dampak negatif media digital pada generasi muda memerlukan pendekatan yang holistik, di mana peningkatan aktivitas fisik dan sosial memainkan peran penting. Aktivitas fisik, seperti olahraga, tidak hanya meningkatkan kesehatan tubuh tetapi juga berkontribusi pada kesehatan mental dengan mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Selain itu, interaksi sosial langsung membantu remaja mengembangkan keterampilan komunikasi dan empati, yang esensial dalam membentuk hubungan yang sehat. Untuk mencapai tujuan tersebut, kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan. Orang tua dapat mengatur waktu penggunaan media digital dan mendorong anak-anak mereka untuk terlibat dalam kegiatan luar ruangan. Sekolah dapat menyediakan program ekstrakurikuler yang menekankan olahraga dan kegiatan sosial. Masyarakat juga dapat mendukung dengan menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik dan sosial, seperti taman bermain dan pusat komunitas. Dengan upaya bersama, generasi muda dapat lebih terlindungi dari dampak negatif media digital dan tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik dan mental.  +
Rizki dari kecil sayang sampah plastik, bertujuan mencintai plastik dari seluruh dunia dan mengolah seluruh sampah yang ada. Dia Peduli dengan segala sampah, dan benci dengan orang yang acuh akan mereka. Meskipun begitu, orang-orang di sekitar nya sangat tidak peduli dengan sampah. Dia benci, benci sekali hingga ingin memukul mereka semua, dia anggap orang-orang itu hina dan lebih rendah kastanya. Akhirnya, aksinya berhasil diluncurkan. Rizki menangkap orang-orang itu dan disekap dalam sebuah ruangan besar, kebencian nya meronta-ronta melihat dendam nya terkumpul kan dalam ikatan tali yang berseberangan. Bukannya menyuruh mereka mengutip dan mengolah sampah untuk balas dendam, Rizki menyuruh mereka untuk menyebarkan sampah. Apakah selama ini Rizki dalang dibalik banyak nya sampah beredar di jalanan? Seluruh warga kota akhirnya tahu, Rizki hanya mencari muka pada pemerintah.  +
Supaya otak tidak menjadi busuk kita harus membatasi tidak menonton vidio yang tidak baik untuk kita  +
Bukan rahasia lagi bahwa sampah plastik tidak bisa terurai begitu saja. Bahkan, beberapa jenis sampah plastik baru bisa terurai hingga ratusan tahun. Sedikitnya kesadaran tentang dampak sampah plastik masih menjadi ironi, bagi Lingkungan, air, tanah, dan udara menjadi sasaran utama. Lantas siapa sasaran berikutnya? Tentulah kita sendiri. Sampah plastik juga memiliki senyawa kimia yang terkandung di dalamnya dan bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia. Kesadaran untuk menghindari penggunaan plastik secara berlebihan menjadi salah satu solusinya. Dimulai dengan memperhatikan penggunaan plastik diri sendiri contohnya -Membawa Kantong Belanja Sendiri saat ke pasar -Membawa Botol Minum atau Tumbler supaya tidak harus membeli air minum kemasan -Tidak Menggunakan Sedotan Plastik Dan Masi banyak lagi hal hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah bertambah nya sampah plastik Langkah ini sekaligus bisa untuk melestarikan bumi kita tercinta  +
Di sebuah desa di pedalaman Kalimantan Selatan, hiduplah seorang putri bernama Cici. Cici dikenal sebagai anak yang rajin dan berbakti kepada orang tuanya. Suatu hari, saat musim hujan tiba, desa Cici dilanda banjir. Banjir ini sangat besar, hingga rumah-rumah penduduk terendam air. Cici dan warga desa lainnya bergotong royong untuk menyelamatkan diri dan harta benda mereka. Mereka menggunakan perahu untuk mengangkut barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi. Saat banjir mulai surut, Cici melihat banyak pohon tumbang dan rumah-rumah yang rusak. Cici merasa sedih melihat kerusakan yang terjadi. Ia pun bertekad untuk membantu warga desa membangun kembali rumah mereka. Cici ingat pesan kakeknya, "Habis manis sepah dibuang, janganlah kita melupakan jasa orang lain saat kita sedang susah." Cici pun mengajak warga desa untuk saling membantu dan bekerja sama. Mereka membersihkan puing-puing, memperbaiki rumah, dan menanam kembali pohon-pohon yang tumbang. Cici juga belajar tentang hidrometeorologi dan siklus bencana musim. Ia ingin agar desa mereka lebih siap menghadapi bencana di masa depan.  +
S
1. SEMANGKUP (SEMANGAT KURANGI SAMPAH) 1. MENGHIMBAU ORANG TUA UNTUK MEMBEKALI ANAKNYA BEKAL SEHAT DARI RUMAH DAN MENGUMPULKAN PERALATAN MAKAN KE SEKOLAH 2. MELAKUKAN MAKAN BERSAMA DI JAM ISTIRAHAT SETIAP HARINYA 3. ANAK YANG JAJAN MENGGUNAKAN ALAT MAKAN YANG DI KUMPULKAN DI SEKOLAH 4. MELAKUKAN PERJANJIAN DENGAN PEDAGANG UNTUK TIDAK MENJUAL JAJANANNYA KEPADA ANAK YANG TIDAK MEMBAWA ALAT MAKAN UNTUK JAJAN, ANAK DI MINTA KEMBALI DULU UNTUK MEMBAWA ALAT MAKAN YANG DI LETAKKAN DI RAK ALAT MAKAN DI SETIAP KELAS  +
Brainroot atau pembusukan otak merupakan fenomena yang sedang ramai terjadi, tidak memandang usia maupun gender, tak terkecuali remaja perempuan. Mereka menjadi aktor rentan yang perlu untuk diperhatikan karena algoritma konten konten receh lebih sering menyasar mereka. Perempuan juga cenderung berinteraksi lebih emosional dalam bersosial media yang secara tidak langsung juga mendorong mereka untuk memilih konten konten yang memantik perasaan daripada yang merangsang untuk berfikir kritis. Ini tentu menjadi suatu tantangan ditambah lagi usia remaja yang masih belum memiliki kematangan secara psikogis. Brainroot biasanya dikaitkan dengan konsumsi digital yang berlebihan, namun pada tulisan ini mari kita coba ambil perspektif yang lain. Pemicu utama brainroot bukan terpaku pada "input", melainkan menghilangnya proses "mengolah" informasi. Otak kita bisa dianalogikan seperti tubuh yang lama tidak berolahraga lalu tiba tiba mendapatkan aktivitas berlebih. Alih alih mengurangi aktivitas, fokus utama yang bisa kita lakukan adalah mulai berolahraga dengan tepat. SERASI akan dilakukan dengan cara workshop offline sekaligus kampanye digital yang bertujuan membentuk cara menerima informasi serta memprosesnya sebelum dibagikan ke orang lain. Sesi pertama akan dilaksanakan dalam bentuk workshop. Disini mereka akan diajarkan cara berfikir untuk mencerna suatu informasi, mengidentifikasi keakuratan suatu konten, kontrol dalam mengatur konsumsi digital, serta diberikan ruang diskusi satu sama lain. Tahap selanjutnya adalah kampanye digital #1Input1Output yang akan meminta mereka "menyampaikan kembali" suatu informasi yang mereka terima dalam bentuk konten yang diharapkan dapat mengukur keberhasilan dari sesi sebelumnya serta menciptakan gerakan sosial yang lebih luas dalam membentuk ekosistem digital yang lebih sehat Dalam tahap perancangan, tentu SERASI telah memenuhi aspek aspek literasi digital. Dalam tahap pelaksanaan nanti pun bisa menggandeng beragam stakeholder seperti dinas DP3A, Sekolah, Duta Genre, maupun Forum Anak Daerah. Permasalahan yang sifatnya kompleks tentunya perlu pendekatan yang komprehensif juga kerjasama dari banyak pihak.  
KENAPA OTAK KITA MENGALAMI "BRAIN ROOT"? MENURUT SAYA, KEBIASAAN MENONTON VIDEO PENDEK TANPA HENTI MEMBUAT OTAK TERBIASA DENGAN STIMULASI INSTAN, SEHINGGA MELEMAHKAN FOKUS DAN MEMBUAT KITA MALAS BERPIKIR. SEPERTI YANG DIJELASKAN OLEH DANIEL KAHNEMAN DALAM BUKUNYA THINKING, FAST AND SLOW (2011), KONSUMSI KONTEN CEPAT MEMPERKUAT CARA BERPIKIR IMPULSIF DAN MELEMAHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MENDALAM. CARA MENGATASINYA MENURUT SAYA: 1 MENGURANGI KONSUMSI VIDEO PENDEK – SAYA RASA PENTING UNTUK LEBIH SELEKTIF DALAM MENGONSUMSI KONTEN AGAR TIDAK TERJEBAK DALAM POLA PIKIR INSTAN. 2 MELAKUKAN OLAHRAGA ATAU YOGA – BERDASARKAN PENELITIAN HARVARD (2020), AKTIVITAS FISIK DAPAT MEMBANTU MENINGKATKAN FOKUS DAN KESEHATAN OTAK. 3 MENJALANKAN HOBI YANG MELATIH OTAK – MENURUT SAYA, MEMBACA BUKU, BERMAIN MUSIK, ATAU MENULIS BISA MEMBANTU KITA KEMBALI TERBIASA BERPIKIR MENDALAM. PENDAPAT SAYA, JIKA KITA MULAI MENGURANGI KONSUMSI DIGITAL BERLEBIHAN DAN LEBIH BANYAK MELAKUKAN AKTIVITAS YANG BERMANFAAT, KITA BISA MENJAGA KESEHATAN OTAK DAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP.. 🙏  +
Sampah plastik tentunya sangat sering kita jumpai di lingkungan sekitar kita, bahkan dalam kegiatan sehari-hari kita tidak jarang bergantung pada plastik contohnya seperti bungkus snack, sedotan, botol minuman, kantong belanja, dan banyak lagi. Barang-barang berbahan plastik tersebut tentunya mempunyai dampak yang buruk bagi lingkungan kita, bukan hanya berdampak bagi lingkungan karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai, sampah plastik juga dapat berdampak bagi kesehatan. Seperti pembakaran sampah yang menghasilkan polusi udara, dan bahan kimia dalam plastik yang seringkali digunakan dalam produk sehari-hari, seperti bungkus makanan dan tempat minuman. Bagaimana cara mengurangi sampah plastik? • Mengganti kantong plastik belanja dengan kantong berbahan kain • Memakai tumbler untuk minum • Memakai sedotan stainless • Mengganti kemasan sekali pakai dengan kemasan ramah lingkungan  +
TikTok memiliki banyak aspek yang dapat membahayakan penggunanya, terutama terkait tantangan viral yang berisiko, dampak psikologis, serta privasi dan keamanan data. Tantangan berbahaya sering kali muncul dan menyebar dengan cepat di platform ini. Beberapa di antaranya bahkan telah menyebabkan cedera serius atau kematian, seperti tantangan yang mendorong pengguna untuk menahan napas hingga pingsan atau melakukan aksi berbahaya demi konten. Meskipun TikTok berusaha menghapus konten semacam itu, tantangan-tantangan baru terus bermunculan. Selain itu, penggunaan TikTok yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Algoritma TikTok dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin, yang dapat mengganggu produktivitas, waktu tidur, dan kesehatan mental. Banyak pengguna merasa tertekan untuk terus mengikuti tren, yang dapat menyebabkan kecemasan dan rendahnya kepercayaan diri. Standar kecantikan yang tidak realistis juga sering diperlihatkan dalam konten-konten di platform ini, sehingga banyak orang merasa kurang percaya diri terhadap penampilan mereka sendiri. Tak hanya itu, cyberbullying juga menjadi masalah besar, karena komentar negatif dan perundungan digital dapat berdampak buruk pada kesehatan mental pengguna. Dari sisi privasi dan keamanan data, TikTok juga telah menghadapi berbagai tuduhan terkait pengumpulan data yang berlebihan. Platform ini diketahui mengakses berbagai informasi pribadi pengguna, termasuk lokasi, pola penggunaan, dan bahkan konten clipboard. Beberapa negara telah mempertanyakan apakah data yang dikumpulkan ini dapat digunakan dengan cara yang tidak etis atau bahkan mengancam keamanan nasional. Meskipun TikTok memiliki kebijakan privasi, banyak pengguna yang tidak menyadari seberapa besar data mereka dikumpulkan dan bagaimana data tersebut digunakan. Meskipun TikTok memiliki banyak manfaat sebagai platform hiburan dan kreativitas, pengguna harus lebih waspada terhadap potensi bahayanya. Edukasi digital, kesadaran akan risiko, dan kebijakan yang lebih ketat dari platform serta pemerintah dapat membantu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.  
Sampah plastik merupakan masalah serius bagi lingkungan karena sulit terurai dan berpotensi mencemari ekosistem. Banyak plastik berakhir di lautan, membahayakan satwa laut yang sering mengiranya sebagai makanan. Akibatnya, banyak hewan laut yang mati atau mengalami gangguan kesehatan. Selain itu, sampah plastik dapat menyumbat saluran air dan meningkatkan risiko banjir di perkotaan. Pembakaran plastik yang tidak terkontrol juga menghasilkan polusi udara yang berbahaya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pengurangan penggunaan plastik, peningkatan daur ulang, serta pemakaian bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan.  +
Sampah di Rantau ini banyak sekali , karena banyak Orang-orang Rantau ini malas membuang sampah pada tempatnya. Cara kita semua dalam menjaga lingkungan adalah membuang sampah pada tempatnya.  +
Mengurangi sampah plastik dan melestarikan bumi memerlukan kolaborasi dari setiap individu. Pertama, kita bisa mulai dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong belanja dan sedotan, dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, kedua tidak membuang sampah sembarangan seperti tas kain atau sedotan stainless. Selain itu, daur ulang plastik yang sudah ada sangat penting untuk mengurangi limbah. Mendukung produk lokal dan organik juga membantu mengurangi jejak karbon. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan dapat mendorong kesadaran kolektif. Dengan langkah-langkah sederhana ini, kita bisa bersama-sama menjaga bumi untuk generasi mendatang.  +