Property:Response text id
From BASAkalimantanWiki
G
kata mama, anak perempuan jangan jadi pemalas nanti susah dapat jodoh +
Di era algoritma yang mendorong anak muda untuk bermedia sosial tanpa henti, gerakan ini justru melawan algoritma tersebut dengan menciptakan algoritma sebaliknya. Para konten kreator muda membuat konten yang mengajak anak muda lainnya untuk sadar akan waktu yang mereka habiskan dan bahaya pada otak yang disebabkan oleh kecanduan bermedia sosial. Agar lebih menarik, Go Reserve Algorithm memberikan hadiah bagi konten reverse dengan like dan share terbanyak. Jika dilakukan secara konsisten dan kreatif, Go Reserve Algorithm dapat menjadi perlawanan nyata terhadap dampak negatif bermedia sosial sekaligus membangun budaya penggunaan teknologi yang lebih sehat bagi generasi muda. +
Pergi mancing,dengan mancing kita bisa sambil jalan jalan dan mencari ketenangan dengan melihat pemandangan di tempat memancing, dengan memancing juga bisa menstimulus tangan dan otak.Dari saat menyiapkan pancingan sampai melepas kawat dari ikan +
Baiknya sampah yang berserakan itu di buang ke tempat sampah jangan di biar akan berserakan, kada baik sampah berserakan tu jadi kotor +
Cara saya mengurangi sampah plastik buat melestarikan bumi dengan cara membuang sampai ke tempat nya atau saya buang ke tempat pendaurulang sampah +
H
Diselokan yang bersih tidak luput dari sampah. Sampah adalah ancaman nyata bagi lingkungan dan kesehatan manusia yang membutuhkan perhatian serius. Maka dari itu Kita harus menumbuhkan kepedulian kita terhadap sampah dengan membuang sampah tersebut di tempat sampah bukan di Selokan +
Untuk menanggulangi sampah plastik, langkah pertama yang bisa diambil adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Misalnya, kita bisa beralih ke tas kain untuk belanja, botol minum yang bisa diisi ulang, dan sedotan logam. Selain itu, daur ulang plastik adalah cara penting untuk memproses ulang plastik yang sudah dipakai agar bisa digunakan kembali. Pemilihan produk ramah lingkungan juga penting, terutama yang mudah terurai atau dapat didaur ulang, sehingga sampah plastik bisa dikurangi secara signifikan.
Selain itu, kita bisa mengolah sampah plastik menjadi produk kreatif seperti tas, perhiasan, atau barang-barang rumah tangga. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi. Peningkatan kesadaran masyarakat juga sangat penting agar lebih banyak orang memahami bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Kita juga perlu mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan plastik, seperti pelarangan kantong plastik atau pajak untuk plastik sekali pakai, guna meminimalkan polusi plastik. +
Ada berbagai macam cara dalam menanggulangi sampah plastik. Ada yang didaur ulang (recycle), ada yang dihancurkan menggunakan cara ramah lingkungan, ada pula yang dibuang di tempat pembuangan akhir sehingga tidak ramah lingkungan. Menanggulangi sampah plastik memang susah-susah gampang.Butuh waktu yang sangat lama untuk mengurai plastik kembali menjadi unsur alam.
Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, kita bisa mulai dengan membawa botol minum sendiri ketika bepergian. Dengan cara ini, kita tidak perlu membeli air minum dalam kemasan botol plastik setiap kali merasa haus.Kita juga bisa mulai membawa peralatan makan seperti sendok dan garpu dari rumah agar tidak memakai sendok dan garpu plastik sekali pakai.Selain itu, kita juga bisa membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja. +
mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana. salah satu cara yang efektif adalah dengan membawa tas belanja sendiri saat berbelanja, sehingga kita tidak perlu menggunakan kantong plastik sekali pakai. selain itu kita bisa mulai mengurangi penggunaan botol air plastik dengan membawa botol minum yang bisa diisi ulang. dengan langkah - Langgkah kecil ini, kita dapat membantu memanggi mengurangi jumlah plastik yang dibuang Setiap hari dan menjaga lingkungan tetap bersih.
Selain mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai, kita Juga bisa mendaur ulang plastik yang Sudah ada. Pastikan untuk memisahkan sampah Plastik dari Jenis Sampai lainnya, agar dapat di daur ulang dengan benar. Banyak kota yang memiliki program daur ulang, dan kita bisa Ikut serta dengan mengirimkan sampah Plastik ke tempat daur ulang. edukasi dan Sosialisasitentang Pentingnya menguragi Plastik Juga Penting, Sehingga lebih banyak orang bisa memahami dampak negatif Sampah Plastik terhadap lingkungan dan mau mengambil tindakan nyata untuk menguranginya. +
Pernah kah kalian melihat sampah plastik yang berserakan di jalanan, sungai sungai, atau di pemukiman? . Pasti kalian merasa terganggu dan tidak nyaman melihat nya. Apalagi sampah plastik membuat kerusakan yang besar untuk alam. Dimana dapat mencemari tanah, air, dan laut. Sampah plastik adalah jenis sampah yang susah untuk terurai. Waktu terurainya bisa memakan waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Untuk itu, kita harus mencari cara untuk menanggulangi nya.
Cara paling ampuh ialah menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, dan recycle). Dimana kalian bisa memakai kembali, mengurangi pemakaian, dan mendaur ulang sampah, termasuk plastik. Kalian juga bisa mulai membawa peralatan makan dan minum dari rumah. Atau kita juga bisa melakukan kegiatan memilah sampah. Apa itu kegiatan memilah sampah? . Memilah sampah itu artinya membuang sampah ke tempat sampah sesuai jenis nya masing masing. Nah, dari sini semoga bisa meningkatkan kesadaran kita, bahwa sampah plastik berbahaya untuk lingkungan sekitar. +
Pisahkan sampah pisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang, Kurangi penggunaan plastik gunakan tas belanja kain atau tote bag, hindari kantong plastik sekali pakai, dan gunakan botol air minum yang dapat diisi ulang.
Buang sampah pada tempatnya Buang sampah pada tempat sampah yang sesuai dan jangan membuangnya di sungai, saluran air, atau tempat lain yang dapat merugikan masyarakat. Pilih produk ramah lingkungan Pilih produk yang dapat didaur ulang, tanpa kemasan, atau dengan kemasan yang dapat diisi ulang. +
Saya sering bermain bersama teman sehingga tidak terlalu bermain gawai kecuali saya ingin mengabari orang tua saja +
Di era digital, kita harus bijak dalam memilih konten yang kita konsumsi. Konten receh dapat merusak otak kita dan menyebabkan 'Brain Rot'. Oleh karena itu, saya harus memprioritaskan konten yang edukatif dan memperkaya pengetahuan. Dengan demikian, saya dapat menjaga kesehatan otak dan menghindari 'Brain Rot'. Mari kita jaga otak kita dengan memilih konten yang tepat! +
Sekarang banyak berseliweran konten-konten yang menyajikan gaya hidup mewah. di era gen z sekarang banyak yang fomo karena melihat banyak anak orang kaya flexing barang-barang mahal, seringkali orang memaksakan untuk ikut membeli hanya karena ingin di validasi. sebaiknya, para gen z tidak mengikuti gaya hidup yang seperti ini, medsos penuh dengan kebohongan, jangan sampai konten pamer kekayaan, menjadi acuan dan standar di masa depan. menjadikan hidup yang epic dengan yang kita punya, lebih baik daripada memaksakan diri dengan yang mahal hanya karena gengsi semata. +
Cobalah kalian berpikir mengapa banyak sekali sampah di sekitar kita terutama sampah plastik nah disini saya akan menjelaskan bagaimana sih cara mengurangi sampah plastik.
tahap pertama: kurangi lah berbelanja memakai plastik
tahap ke dua: jika kalian ingin memakai plastik maka setelah selesai di gunakan di buang lah ketempat sampah
tahap terakhir: plastik bisa di gantikan dengan memakai Tote bag yang akan mengurangi sampah plastik
Nah bagaimana gampang sekali bukan? bagaimana dengan kalian cara mengurangi sampah plastik?
Sekian dari saya.
Terimakasih. +
Brainrot merupakan istilah yang dicetuskan oleh Henry David pada tahun 1854 dalam bukunya yang berjudul "Walden". Buku tersebut menceritakan tentang dirinya yang menghabiskan waktunya dengan menjalani kehidupan yang alami. Brainrot juga dinobatkan sebagai kata tahun ini oleh Oxford pada tahun 2024. Dalam konteks ini, brainrot berarti penurunan kemampuan mental dan intelektual seseorang. Kondisi ini saat ini sering kali merujuk pada seseorang yang kecanduan media sosial. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah kondisi ini. Langkah termudah tentunya adalah dengan mengatur penggunaan media digital kita setiap hari, kita dapat menggunakan fitur pembatas yang sering dimiliki oleh media sosial. Membaca buku dapat menjadi alternatif untuk menemukan cara yang menyenangkan untuk menikmati hari sambil membuka pikiran kita dengan pengetahuan. Kita juga dapat mencari dukungan di sekitar kita seperti keluarga dan teman untuk membantu mereka menyadari betapa brainrot dapat mengacaukan otak kita dalam jangka panjang. Pencegahan juga merupakan langkah penting untuk menarik generasi ini terutama bagi generasi muda yang sering kali memiliki gadget pribadi. Kita perlu menyadari bahwa mencegah dan mengatur penyakit brain rot itu tidaklah sulit jika kita melihat alternatif yang dapat dilakukan seperti membaca buku, berbincang dengan saudara seperti keluarga dan teman, atau sekedar jalan-jalan di sekitar lingkungan rumah untuk "menyentuh rumput" sebagaimana istilah yang sering digunakan oleh generasi muda sebagai tindakan menghentikan penggunaan gadget untuk sementara waktu dan kembali menyatu dengan alam +
ni opini subjektif, ya!
Sebagai pelajar, gua cuma mau bagi tips berdasarkan pengalaman pribadi nih. FYI, ini bukan fakta mutlak, bisa aja salah di mata kalian!
1. Coba Belajar Bahasa Baru!
Gua sendiri lagi ngulik bahasa Inggris, Prancis, sama Arab. Kenapa? Biar bisa expand koneksi dan ilmu. FYI, Tagalog gua belajar juga tapi aku skip dulu aja karena jarang dipake. No offense buat Filipina!
2. Hobi Baca/Tulis itu Underrated!
Coba eksplor platform kayak Quora—disana opini lo didenger sama orang kritis (mahasiswa, dosen, dll). Sayangnya, anak muda jarang yang open mind ke situ, lebih milih scroll TikTok😪.
3. Gaskeun ke Bidang Kekinian!
Gua iseng belajar AI, Web3, sampe quantum computing (meski jurusan gua otomotif, wkwk😭). Ini industri masa depan! Kalo ga bisa hindari medsos, ubah jadi alat produktif!
Kesimpulan: Semua cara di atas subjektif banget. Intinya, kalo medsos bikin toxic, alihkan ke hal yang nambah skill!
Disclaimer: Ini opini pribadi, ga pakai AI! Komen bawah kalo ada yg kurang :) +
ini opini subjektif, ya!
Sebagai pelajar, aku cuma mau bagi tips berdasarkan pengalaman pribadi nih. FYI, ini bukan fakta mutlak, bisa aja salah di mata kalian!
1. Coba Belajar Bahasa Baru!
Gua sendiri lagi ngulik bahasa Inggris, Prancis, sama Arab. Kenapa? Biar bisa expand koneksi dan ilmu. FYI, Tagalog aku belajar juga tapi aku skip dulu aja karena jarang dipake. No offense buat Filipina!
2. Hobi Baca/Tulis itu Underrated!
Coba eksplor platform kayak Quora—disana opini kalian didenger sama orang kritis (mahasiswa, dosen, dll). Sayangnya, anak muda jarang yang open mind ke situ, lebih milih scroll TikTok😪.
3. Gaskeun ke Bidang Kekinian!
Aku iseng belajar AI, Web3, sampe quantum computing (meski jurusan aku otomotif, wkwk😭). Ini industri masa depan! Kalo ga bisa hindari medsos, ubah jadi alat produktif!
Kesimpulan: Semua cara di atas subjektif banget. Intinya, kalo medsos bikin toxic, alihkan ke hal yang nambah skill!
Disclaimer: Ini opini pribadi, ga pakai AI! Komen bawah kalo ada yg kurang :) +
"Brainrot" merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Istilah ini memiliki makna ketika kondisi aktivitas otak terjadi penurunan akibat konsumsi konten yang tidak bermanfaat. Hal ini berdampak pada semua kalangan, terutama Gen Z dan Gen Alpha. Mereka cenderung terus memegang ponsel, bahkan saat makan atau berkendara.
Dampaknya terlihat di dunia pendidikan, sepinya perpustakaan dikarenakan peserta didik lebih mengandalkan internet, yang sering kali memberikan pemahaman dangkal dan berisiko hoaks. Selain itu, waktu luang dihabiskan untuk "scrolling" tanpa manfaat, menimbulkan kecanduan dan kegelisahan saat tidak memegang ponsel. Ini menunjukkan bahwa brainrot telah menjadi masalah serius. +
"Brainrot" merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Istilah ini memiliki makna ketika kondisi aktivitas otak terjadi penurunan akibat konsumsi konten yang tidak bermanfaat. Hal ini berdampak pada semua kalangan, terutama Gen Z dan Gen Alpha. Mereka cenderung terus memegang ponsel, bahkan saat makan atau berkendara.
Dampaknya terlihat di dunia pendidikan, sepinya perpustakaan dikarenakan peserta didik lebih mengandalkan internet, yang sering kali memberikan pemahaman dangkal dan berisiko hoaks. Selain itu, waktu luang dihabiskan untuk "scrolling" tanpa manfaat, menimbulkan kecanduan dan kegelisahan saat tidak memegang ponsel. Ini menunjukkan bahwa brainrot telah menjadi masalah serius. +